INDONESIA SENTRUM BARU KALENDER FIFA (?)

Oleh: Abdul Rohman

Indonesia segera menjadi perhatian dunia. Miliaran mata akan tertuju ke Indonesia.

Entah bisa menggeser isu “Genosida Gaza” atau tidak. Hal pasti ini event prestisius bagi bangsa Indonesia.

Talenta-talenta muda sepak bola dunia akan menunjukkan bakatnya masing-masing. Akan ditonton penggila bola seluruh jagat.

Tanggal 10 November s.d tanggal 2 Desember 2023 piala dunia U-17 2023 digelar di Indonesia. Digelar di empat stadion.

Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung. Stadion Manahan, Solo. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Mampukah event itu dijadikan tonggak Indonesia sebagai salah satu sentrum event FIFA (Federation Internationale de Football Association) di masa-masa mendatang?. Apa pula bentuk riil sebagai salah satu sentrum event FIFA itu?.

Bentuk riil sebagai sentrum itu berupa kelender-kalender prestisius FIFA. Sekaligus magnet klub-klub besar.

Pertama, sebagai langganan penyelenggaraan piala dunia kelompok umur. Sebelum pada saatnya nanti menjadi penyelenggara piala dunia kelompok senior.

Kedua, sebagai tempat penyelenggaraan piala dunia antar klub. Mempertemukan juara Eropa, Asia dan Amerika Latin.

Ketiga, sebagai penyelenggara FIFA macthday negara-negara top sepak bola. Timnas Indonesia menjadi langganan negara-negara besar sepak bola untuk laga-laga persahabatan. Sebagaimana Indoensia melawan juara dunia Argentina beberapa waktu lalu.

Keempat, menjadi langganan klub-klub besar sepak bola Eropa dalam tur laga pra musim.

Impian itu selama ini membentur tiga kelemahan.

Pertama, peringkat timnas sepak bola Indonesia masih di atas 100. Belum memiliki daya tarik untuk dijadikan sparing partner bagi tim-tim besar.

Kedua, klub-klub Indonesia belum bisa bersaing di level kejuaraan asia. Seperti piala champion asia. Hal ini menandakan kompetisi sepak bola Indonesia belum kompetitif.

Klub-klub Indonesia tidak menjadi daya tarik sebagai sparing partner klub-klub eropa. Tidak diminati sebagai mitra tur pra musim bagi klub-klub top eropa.

Ketiga, Indonesia masih dipersepsikan sebagai negara berkembang. Infrastruktur sepak bolanya dinilai belum layak dijadikan tujuan negara-negara atau klub-klub besar sepak bola. Untuk tur pra musim atau atau laga persahabatan.

Selain tiga kelemahan itu, Indonesia memiliki 5 keunggulan.

Pertama, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat gila bola (gibol). Fanatisme sepak bolanya tidak diragukan. Antusiasme gibol akan menjadi sensasi tersendiri jika bermain di Indonesia.

Kedua, Indonesia berpenduduk besar. Merupakan target pasar yang besar. Indonesia sebagai destinasi kalender FIFA, akan menyasar pasar yang besar. Menguntungkan secara ekonomi. Khususnya bagi sponsor-sponsor yang hendak penetrasi pasar Indonesia.

Ketiga, Indonesia merupakan negara wisata. Negara paling indah di dunia. Hampir semua tempat memiliki destinasi wisata yang menakjubkan. Kulinernya juga diakui paling enak di dunia.

Bertanding di Indonesia, bisa menjadi kalender liburan para pemain klub-klub besar dari penatnya kompetisi liga masing-masing.

Selain di Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya. Bali dan NTT perlu dibangun fasilitas stadion berstandar FIFA. Agar perhelatan pertandingan-pertandingan besar berada di dekat destinasi-destinasi wisata yang bagus.

Keempat, Indonesia jauh dari konflik kawasan. Baik di Eropa (seperti Ukraina), Timur-Tengah (Palestina), maupun potensi konflik Korea dan Cina Taipe. Pada saat atmosfere geopolitik sedang menghangat di banyak titik kawasan, Indonesia menjadi zona yang nyaman untuk menggelar event-event besar.

Kelima, biaya akomodasi yang murah. Jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Bahkan di negara-negara Jepang-Korea atau RRC.

Kelima hal itu bisa menjadi daya tawar Indonesia untuk menjadi salah satu sentrum kalender FIFA di masa-masa mendatang. Akan mudah diwujudkan jika piala dunia U-17 ini sukses diselenggarakan.

ARS (rohmanfth@gmail.com), Jaksel, 07 November 2023

Lihat juga...