BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp73,92 Miliar
JAKARTA | Dwipanews – PT Bank BCA Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp73,92 miliar pada semester I 2023. Pencapaian ini meningkat 62,96 persen dibandingkan semester I 2022 sebesar Rp45,36 miliar.
Pencapaian laba bersih tersebut disampaikan Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum pada Paparan Kinerja Semester I 2023 di Jakarta, Senin (7/8/2023).
Yuli memaparkan, kenaikan laba BCA Syariah ditopang sejumlah faktor. Di antaranya, didorong perolehan dari pendapatan penempatan dana atau margin income sebesar Rp303,6 miliar, atau tumbuh 13,7 persen year on year (yoy) dari Rp 266,9 miliar pada tahun lalu.
Pendapatan berbasis komisi atau fee based income BCA Syariah juga naik 25 persen yoy menjadi Rp18,86 miliar pada Juni 2023 dari Rp15,09 pada Juni 2023.
Tercatat pula pendapatan operasional meningkat 14,4 persen yoy menjadi Rp 322,5 miliar. Sedangkan, rasio net imbalan (NI) BCA Syariah per Juni 2023 turun ke angka 4,84 persen dari 4,96 persen Juni 2022.
Adapun net operation margin (NOM) naik 1,81 persen per Juni, dari 1,08 persen pada Juni tahun lalu.
Dari sisi pendanaan, BCA Syariah memperoleh dana pihak ketiga (DPK) Rp10,04 trilliun pada semester I 2023, naik 25 persen yoy dibandingkan dengan semester I 2022 sebesar Rp7,97 triliun.
“Kinerja positif juga terjadi pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah yang tumbuh 26 persen mencapai Rp 10 triliun. Kompisisi dana murah atau CASA dari total DPK sebesar 38,1 persen per Juni 2023,” ungkap Yuli.
Lebih lanjut Yuli menjelaskan, tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) naik 45 bps menjadi 1,52 persen pada semester I 2023 dari 1,07 pada semester I 2022. Sedangkan simpanan giro 1,87 triliun naik 20,7 persen dari Rp1,55 triliun dan tabungan mengalami kenaikan 29,6 persen menjadi Rp1,94 triliun pada Juni 2023 dari Rp1,50 triliun.
Sementara, penyaluran pembiayaan BCA Syariah meningkat 11 persen yoy menjadi Rp 7,88 triliun di semester I 2023. Adapun rasio non performing finance (NPF) gross dan net BCA Syariah masing-masing turun dari level 1,38 persen dan 0,066 persen ke level 1,41% dan 0,008 persen per Juni 2023.
Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) BCA Syariah masing-masing naik ke posisi 1,52 persen dan 5,03 persen per Juni 2023 dari sebelumnya 0,01 persen dan 3,21 persen pada tahun lalu.
Tercatat total aset BCA Syariah sampai dengan Juni 2023 tumbuh 21,9 persen yoy mencapai Rp13,4 triliun.
Yuli menegaskan, BCA Syariah terus berupaya untuk memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan dana murah menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan profitabilitas melalui penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana yang optimal,” pungkas Yuli.