Tanda-tanda Orang Tidak Boleh Dipilih Jadi Pemimpin Menurut Alquran 3

Oleh: Abdul Rohman

JAKARTA, Cendana News – Tanda-tanda orang yang tidak boleh dipilih sebagai pemimpin berikutnya, seperti di bawah ini.

  1. Orang yang memusuhi Allah dan Rasulnya

Salah satu kategori orang yang tidak boleh diangkat sebagai pemimpin adalah orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

Ayat-ayat berikut mengkonfirmasi hal tersebut.

QS Al Mujadalah (58) : 22 menyatakan:

“Engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau kerabatnya.

Baca: Tanda-tanda Orang Tidak Boleh Dipilih Jadi Pemimpin Menurut Alquran 2

Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tetapkan keimanan di dalam hatinya, dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya.

Dia akan memasukkan mereka ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya.

Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung”

QS An Nisa (4) : 115 menyatakan:

“Siapa yang menentang Rasul (Nabi Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dalam kesesatannya dan akan Kami masukkan ke dalam (neraka) jahanam. Itu seburuk-buruk tempat kembali.”

QS Al Mujadalah (58) : 19 menyatakan:

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikannya lupa mengingat Allah.

Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah sesungguhnya golongan setan itulah orang-orang yang rugi.”

QS At Taubat (9): 63 menyatakan:

“Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwa siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahanamlah baginya. Dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar.”

Ayat-ayat di atas menjelaskan, bahwa orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya adalah orang yang merugi. Tentu orang-orang seperti ini tidak boleh diangkat sebagai pemimpin.

Allah SWT memberi peningatan kepada kaum muslim atas bahaya orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

  1. Orang Munafik

Orang-orang munafik termasuk kategori orang yang tidak boleh pula diangkat sebagai pemimpin.

Ayat-ayat berikut menjelaskan hal tersebut:

QS An Nisa (4) : 88, menyatakan:

“Mengapa kamu (wahai orang mukmin) (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (pada kekufuran) karena usaha mereka sendiri?

Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah?

Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan menemukan jalan baginya (untuk diberi petunjuk).”

QS An Nisa (4) : 81 menyatakan:

“Mereka (orang-orang munafik) berkata, ‘(Kewajiban kami hanyalah) taat.”

Tetapi, bila mereka telah pergi darimu (Nabi Muhammad), sebagian mereka mengatur siasat pada malam hari (mengambil keputusan) berbeda dari yang telah mereka katakan.

Allah mencatat siasat yang mereka atur pada malam hari itu. Berpalinglah dari mereka, dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung.”

At Taubat (9): 107 menyatakan:

“(Di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), (menyebabkan) kekufuran, memecah belah di antara orang-orang mukmin, dan menunggu kedatangan orang-orang yang sebelumnya telah memerangi Allah dan Rasul-Nya.

Mereka dengan pasti bersumpah, ‘Kami hanya menghendaki kebaikan.’

Allah bersaksi, bahwa sesungguhnya mereka itu benar-benar pendusta (dalam sumpahnya).”

Ayat-ayat tersebut memperingatkan bahayanya orang munafik.

Ayat tersebut dapat ditarik pemahaman, bahwa orang-orang munafik juga termasuk orang yang tidak boleh diangkat sebagai pemimpin.

  1. Orang yang Ambisius

Banyak hadits yang mengemukakan, bahwa orang-orang ambisius dilarang dipilih dan diangkat sebagai pemimpin.

Sebagai contoh keterangan dalam hadits-hadits berikut:

“Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan bagi orang yang meminta dan yang rakus terhadapnya.’” (HR Muslim)

“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan.

Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran).

Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (Shahih Buchari no. 7146).

Abdurrahman bin Samurah berkata, “Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ‘Wahai Abdurrahman, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan karena permintaan maka tanggung jawabnya akan dibebankan kepadamu. Namun jika kamu diangkat tanpa permintaan, maka kamu akan diberi pertolongan.’” (HR Muslim).

Hadits-hadits ini dapat ditarik pemahaman, bahwa orang ambisius dilarang dipilih sebagai pemimpin.

Orang-orang yang membeli jabatan, money politic bisa dipahami secara mudah, termasuk dalam kriteria dalam hadits tersebut.

Demikian penjelasan Alquran terkait kategori orang-orang yang dilarang diangkat sebagai pemimpin.

Tentu saja kontekstualisasi maknanya bisa digali dan didalami lebih lanjut, sebagaimana realitas sosial politik dalam masyarakat.

Perilaku-perilaku apa saja yang masuk kategori dalam maksud ayat-ayat di atas, tentu harus dihindari dipilih sebagai pemimpin oleh umat Islam.

ARS, Bangka Jaksel, 28-17-2022

Lihat juga...