Murid Baru di Sleman Ikuti Kegiatan MPLS dengan Nonton Film Bersama
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News — Sejumlah murid baru di Sleman Yogyakarta mengikuti Masa Pegenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara offline. Hal ini untuk pertama kalinya, sejak masa pandemi Covid-19, pada awal tahun ajaran baru tahun 2022 ini.
MPLS ini digelar di sekolah masing-masing dengan berbagai kegiatan. Mulai dari perkenalan dengan para guru, pengenalan lingkungan sekolah, latihan kedisiplinan/baris-berbaris, hingga berbagai kegiatan lainnya.
Di SD Muhammadiyah Kasuran, Margodadi, Seyegan, Sleman, pelaksanaan MPLS juga dilakukan dengan cara unik, yakni menonton film animasi secara bersama-sama.
Memanfaatkan layar proyektor di ruangan kelas, para murid nampak menonton sebuah film berjudul “Nussa Rara” dengan didampingi sejumlah guru. Saking antusiasnya, sejumlah anak didik bahkan nampak sesekali bersorak kegirangan.
“Film ini kita putar agar bisa menginspirasi. Sebab berkisah tentang perjuangan seorang anak meraih impian. Harapannya agar mereka bisa melakukan hal yang sama di sekolah,” ujar panitia MPLS SD Muhammadiyah Kasuran, Muhammad Nur Abdurrohman, Kamis (14/7/2022).
Digelar selama 3 hari, sejak Selasa kemarin, pelaksanaan MPLS di SD Muhammadiyah Kasuran ini diikuti oleh sebanyak 66 murid. Terdiri dari 27 murid kelas I dan 39 murid kelas 2.
“MPLS ini sebenarnya hanya digelar untuk murid baru. Namun karena tahun lalu MPLS tidak bisa dilaksanakan akibat pandemi, maka kelas I angkatan tahun lalu juga kita ikut sertakan dalam MPLS tahun ini,” imbuh guru SD Muhammadiyah Kasuran, Amin Dewi Ihwani.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kasuran, Hartoyo menjelaskan, SD Muhammadiyah Kasuran merupakan sekolah yang berbasis keagamaan dengan sistem full day.
Dalam kondisi normal murid melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara penuh sejak pagi hingga sore hari. Selain materi pembelajaran akademik di kelas, para anak didik juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan non akademik di luar kelas.
Seperti kegiatan praktek keagamaan berupa sholat berjamaah dan hafalan Al Qur’an, hingga sejumlah kegiatan ekstrakurikuler mulai dari drum band, menyanyi, bahasa Arab, bahasa Inggris, MTQ, dan lain sebagainya.
Meski begitu, akibat pandemi Covid-19, sampai saat ini, pelaksanaan pembelajaran full day di SD Muhammadiyah Kasuran, masih belum bisa diterapkan. Hal ini lebih karena belum adanya ijin resmi dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan kab Sleman.
“Di SD Muhammadiyah Kasuran ini murid juga diwajibkan untuk membawa bekal sendiri dari rumah masing-masing. Tidak diperkenankan jajan secara sembarangan di lingkungan sekolah, untuk mengantisipasi konsumsi makanan tidak sehat dan berbahaya,” katanya.