Komoditas Koro Benguk, Pengganti Kedelai yang Tahan Cuaca Ekstrem

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Koro benguk sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Jawa. Tanaman ini mudah tumbuh di segala jenis lahan, dan tahan cuaca ekstrem.

Tanaman sejenis kacang polong, yang di Jawa menjadi alternatif tempe kedelai yang tak kalah gurih.

Bernama latin Mucuna pruriens, koro benguk ini merupakan anggota famili Leguminoceae. Termasuk tanaman indigenus di negara tropik seperti India, Indonesia, Nigeria, dan lainnya.

Sebagai pengganti kedelai, koro benguk ini bisa menjadi solusi di tengah seringnya terjadi cuaca ekstrem.

Sebab, tanaman koro benguk ini bisa di berbagai jenis lahan, bahkan di lahan yang kurang subur dan kritis sekalipun.

Koro benguk merupakan tanaman tahunan yang tumbuh merambat hingga 10-15 meter.

Menariknya, menanam koro benguk ini juga bisa dengan beragam cara dan mudah. Bisa monokultur atau tumpangsari.

Tanaman koro benguk bisa di awal musim hujan, dan di lahan kering biasanya pada musim tanam ketiga.

Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, sejak dahulu sudah membudidayakan tanaman tersebut.

Karena bisa tumbuh di segala jenis lahan dan tahan cuaca, cara penanamannya pun cukup mudah.

Penyuluh Pertanian Madya  BPP Kapanewon (kecamatan) Lendah, Danang Herusena, SP menjelaskan budi daya koro benguk diawali dengan memilih benih yang baik.

Dia mengatakan, benih koro benguk terbaik berasal dari biji yang sudah tua atau masak di pohon.

“Dan, bentuknya normal atau sedang,” kata Danang, dikutip dari laman distankulonprogo, Senin (4/7/2022).

Dia menjelaskan lagi, setelah pemilihan benih tahap berikutnya adalah pengolahan tanah.

Menurutnya, pengolahan tanah itu untuk menggemburkan tanah dan agar proses penanaman lebih mudah.

Sedangkan untuk di daerah yang miring, tidak perlu pengolahan tanah, agar jika turun hujan tidak terjadi erosi.

Danang mengatakan, budi daya koro benguk secara tumpangsari lebih cocok menggunakan varietas putih karena tumbuh tidak menjalar.

Sedangkan secara monokultur bisa dengan varietas blirik, putih kusam dengan sifat menjalar dan memanjat.

Cara Tanam

Adapun cara menanamnya, rendam dahulu benih dalam air kurang lebih 12 jam, kemudian tiriskan.

Untuk penanaman dengan cara membuat lubang bisa dengan 2-3 biji per lubang.

Sedangkan pada tanah yang tidak diolah dengan cara membuat lubang agak besar dengan 2-3 biji per lubang.

Kemudian, ketika tanaman berusia satu bulan, pupuk dengan SP36 dengan dosis 25kg per hektare dan pupuk organik 1 ton per hektare.

Pemupukan kedua dengan dosis 25 Kg Urea, 50 Kg TSP, 50Kg KCL per hektare, saat tanaman berusia 5 bulan.

“Caranya dengan meletakkan pupuk pada larikan antarbaris tanaman,” jelas Danang.

Selain pemupukan, tanaman koro benguk juga perlu penyiangan untk mencegah gulma.

Adapun masa panen koro benguk kira-kira umur 125-150 hari untuk varietas putih, blirik.

Namun, ada pula yang sudah bisa panen pada umur 9-12 bulan  untuk koro benguk jero atau dalam.

Pemanenan secara bertahap sesuai kematangan biji

Kkoro benguk yang tua.

Adapun tanda koro benguk sudah tua dan siap panen adalah kulit polong berwarna kuning kecoklatan, dan terasa kaku atau keras.

Lihat juga...