Sungai Cileungsi Kembali Tercemar Berat, Warga Rasakan Udara Pahit

Editor: Koko Triarko

BOGOR, cendananews.com – Sungai Cileungsi kembali mengeluarkan bau menyengat. Bahkan, warga merasakan aroma udara pahit jika mulut terbuka.

Tidak hanya warga di sekitar Villa Nusa Indah (VNI) 5 Desa Ciangsana, Gunung Putri, Bogor.

Warga di sekitar destinasi wisata Curug Parigi di Kelurahan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, juga merasakan hal serupa.

Kedua lokasi tersebut tepat berada berseberangan dengan perumahan VNI 5.

Seorang warga VNI 5 melaporkan kondisi tersebut kepada Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman.

“Assalamualaikum, Pak Ketua KP2C. Masyaallah kali bau banget. Parah. Mulut terbuka udaranya pahit,” kata Khalisa, warga VNI 5, dalam laporannya, Jumat 25 Maret 2022 dini hari.

Saking emosinya, seorang ibu tersebut juga mendoakan manusia-manusia yang membuang limbah mendapat azab dari Allah sesuai perbuatan, dan akhir tuanya menderita.

Sementara itu Ketua RT Ketua RW 13, Ciangsana, Sodikun, juga melaporkan hal yang sama. Dia mengatakan dalam laporannya kepada Ketua KP2C, bahwa air  Sungai Cileungsi berbuih dan bau yang sangat busuk. “Luar biasa baunya,” keluh Sodikun.

Terpisah, Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah juga mengaku menerima banyak keluhan serupa dari warganya yang bermukim di kawasan aliran Sungai Cileungsi.

KP2C pun bergegas meneruskan laporan dugaan pencemaran berat tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan melakukan patroli sungai.

Laporan tersebut juga ditembuskan kepada  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara itu, DLH Kabupaten Bogor langsung merespons keluhan tersebut dengan turun ke lapangan.

“KP2C mengutuk pihak-pihak yang  masih membuang limbah ke sungai,” tandas Puarman, yang sejak awal komunitasnya juga memberikan perhatian terhadap aksi-aksi pencemaran sungai.

Puarman berharap, percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas segera terealisasi, sehingga dapat meminimalisasi pencemaran di Sungai Cileungsi.

Puarman menjelaskan, bahwa persoalan utama Sungai Cileungsi adalah meluapnya air sungai dan menimbulkan banjir di sejumlah perumahan.

Selain itu juga limbah industri, sedangkan di Sungai Cikeas persoalan utama adalah sampah bambu.

Menurutnya, salah satu penyebab banjir adalah belum adanya penanggulan kembali yang permanen di sepanjang sungai.

Khususnya di beberapa titik di kawasan perumahan VNI 1 dan 2 di wilayah Bojongkulur.

Sementara pantauan di lokasi pada Jumat siang, busa yang memenuhi permukaan sungai mulai berkurang.

Busa dengan bau menyengat itu hanya terbawa arus dan siap-siap warga Bekasi bergantian merasakan baunya.

Lihat juga...