Pasar Plantar II Dibangun Sejak Awal Orde Baru, Baru Sekali Renovasi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
TANJUNGPINANG — Setelah bangunan lantai bagian dalam Pasar Plantar II Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau ambrol pada Februari 2022 lalu. Hari ini, giliran lokasi parkir Pasar KUD atau Pasar Baru yang ambruk Sabtu 5 Maret 2022.
Ambrolnya pelataran beton pasar KUD Plantar II Tanjungpinang tersebut di hari ini terjadi dua kali. Terakhir sekira pukul 12.00 WIB setelah ambrol pertama pukul 09.30 WIB.
Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rahma langsung memerintahkan pihak pengelola pasar untuk mengosongkan dengan merelokasi pedagang sebagai antisipasi kemungkinan terburuk.
Pasar KUD Plantar II Tanjungpinang dikenal dengan beberapa nama sebutan, seperti pasar Plantar KUD, Pasar Baru 2 atau Pasar Ikan. Hal itu karena pasar tersebut salah satu pasar tertua di Kota Tanjungpinang.
Berdiri sejak awal Orde Baru, yakni 1969, sejak berdiri pasar tersebut baru sekali dilakukan revitalisasi yakni pada tahun 1992.
Sampai sekarang pasar ikan itu belum dilakukan perawatan dan peremajaan kembali setelah revitalisasi 30 tahun silam.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang sebenarnya telah beberapa kali mengdesak pemerintah pusat, agar pasar Baru II di lakukan revitalisasi. Tapi baru Pasar Baru I yang akan di revitalisasi pada tahun ini,” ujar Wali Kota Rahma.
Rahma mengakui bahwa jika mengandalkan APBD Kota Tanjungpinang dalam melakukan revitalisasi pasar tersebut maka tidak akan mampu untuk membangun. Sehingga berharap mendapatkan anggaran pusat.
“Saya akan segera bertemu dengan Kementerian Perdagangan untuk membicarakan kondisi terkini dan kabar ambruknya yang baru saja terjadi,” ujarnya mengaku pengusulan sebenarnya sudah sejak tahun 2019.
Dia mengakui bahwa baru-baru ini ikut mendampingi anggota DPR RI, Cen Sui Lan meninjau lokasi Pasar Plantar II tersebut. Tinjauan tesebut untuk kelanjutan pembangunan Pasar Baru 2.
“Saya tadi sudah melakukan komunikasi bersama beliau mengabarkan bahwa pasar ikan ini sudah ambruk lagi. Semoga bisa mendapat tanggapan segera mengingat kondisi pasar plantar sekarang sangat memprihatinkan,” lanjut Rahma.
Kekinian Rahma mengaku telah meminta BUMD selaku pengelola pasar untuk segera merelokasi pedagang dan pasar tersebut agar segera dikosongkan sebagai langkah antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan.
“Saya minta seluruh pedagang untuk patuh agar tidak terjadi hal seperti ini,” tegas Rahma.
Diketahui ambruknya tempat parkir pasar KUD pagi tadi mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua yang tengah terparkir ikut terjatuh ke dalam laut.
Selain itu beberapa orang yang berada di lokasi tersebut mengalami luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan.

Akibat ambrol pelataran Parkir di lokasi Pasar Ikan itu mengakibatkan anak usia 5 tahun, warga Gang Pelita Kelurahan Bukit Cermin mengalami patah tulang pada pada jari kelingking dan jari manis.
Ilham (5) langsung dirujuk ke RSAL untuk segera mendapat tindakan operasi tulang. Selanjutnya korban Fitriani, usia 24 tahun yang sedang hamil dan terjadi luka memar pada bagian pipi dan lutut. Kedua korban tersebut dirawat secara intensif dan ditanggung oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.