Petani di Sleman Sukses Budidaya Melon Premium Sistem Hidroponik Vertigasi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Seorang warga di Sleman, Sujito, sukses membudidayakan melon jenis premium dengan memanfaatkan sistem hidroponik vertigasi di lahan pertanian miliknya. 

Sejumlah varietas melon unggulan seperti Haniglove, Golden Luna, Kirani, Intanon, hingga Dalmation, mampu diproduksi dengan nilai jual sangat tinggi, mencapai Rp25-30 ribu per biji dengan berat sekitar 1,5-2 kilogram.

Sitem vertigasi merupakan metode pertanian hidroponik yang memanfaatkan teknik aplikasi unsur hara menggunakan sistem irigasi.

Proses pemupukan dilakukan secara sekaligus atau bersamaan dengan pengairan atau penyiraman.

“Jadi sistem ini tidak menggunakan media tanah sama sekali. Namun hanya menggunakan media tanam berupa cocopeat atau serbuk sabut kelapa,” kata Sujito, warga Dusun Kliran, Sendangagung, Minggir, Sleman, Senin (14/2/2022).

Dia menjelaskan, media tanam kemudian secara rutin dialiri air yang sudah dicampur pupuk dengan dosis yang disesuaikan usia dan pertumbuhan tanaman.

Memanfaatkan lahan pertanian berupa greenhouse seluas 550 meter persegi, Sujito menanam 450 tanaman melon premium sistem hidroponik vertigasi, dan 550 tanaman melon premium sistem tanah biasa.

Dari jumlah tersebut, ia mengaku bisa menghasilkan sekitar 1.000 buah melon dalam sekali panen, sekitar 65 hari.

“Setiap tanaman memang dikondisikan hanya berbuah satu butir saja agar hasilnya maksimal,” katanya.

Menurut Sujito, meski pertumbuhannya sama yakni sekitar 65 hari, namun sistem hidroponik vertigasi memiliki keunggulan rasa manis pada buah yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tanah biasa.

Jika tingkat kemanisan buah melon dengan sistem tanah hanya berkisar 9-10 derajat brix, maka melon yang ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik vertigasi mampu memilih tingkat kemanisan hingga mencapai 15-16 derajat brix.

Meskipun memang biaya operasional sistem hidroponik vertigasi jauh lebih tinggi.

“Keunggulan lain sistem hidroponik vertigasi ini adalah perawatannya yang relatif mudah. Karena pengairan sekaligus pemupukan bisa dilakukan otomatis. Kita tinggal mengatur kandungan konsentrasi pupuknya saja. Makin lebat pertumbuhan tanaman, jumlahnya juga akan makin meningkat,” ungkapnya.

Salah satu hal yang juga diperlukan untuk mendukung kesuksesan sistem hidroponik vertigasi ini adalah pemanfaatan greenhouse di lahan pertanian yang ada.

Selain diperlukan untuk mengontrol proses vertigasi, adanya greenhouse ini juga berfungsi sebagai pengendali hama yang biasa menyerang tanaman.

“Pemanfaatan greenhouse sangat berpengaruh sekali. Karena melon ini kan termasuk salah satu tanaman yang sangat rewel terhadap serangan penyakit. Dengan greenhouse, paling tidak bisa meminimalisir munculnya hama penyakit hingga 80 persen. Jadi, sangat penting,” ungkapnya.

Lihat juga...