Siswa Perlu Jam Terbang Agar Raih Prestasi Juara
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yohanes XXIII Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kerap meraih juara dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi.
“Kalau untuk tingkat provinsi, kami selalu meraih juara di beberapa bidang seni yang dilombakan,” sebut Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Marselus Moa Ito, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (16/9/2021).
Marselus mengatakan, kalau lomba antar-SMA atau sederajat di tingkat kabupaten, setiap ada lomba sekolahnya pasti selalu meraih juara satu, hampir di setiap bidang lomba seni.
Dia menambahkan, di tingkat provinsi juga selalu ikut dan meraih beberapa juara pertama, bahkan beberapa kali pernah meraih juara pertama dan juara dua di tingkat nasional.

“Obyektivitas penilaian dari juri juga tidak bisa kita pungkiri, kadang ada yang masih kurang juga. Namun sejauh ini, masih banyak yang bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, guru pendamping siswa di bagian seni, Venansius Alfi Keta Gaa, mengakui para siswa memang kurang jam terbang karena banyak yang belum pengalaman mengikuti lomba.
Venansius menjelaskan, hal itu berpengaruh terhadap penampilan siswa, sehingga mereka kurang maksimal tampil dan mengekspresikan kemampuan mereka.
Dirinya meminta perhatian serius dari pemerintah untuk anak-anak yang memiliki bakat dan prestasti, agar diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
“Pemerintah daerah, baik kabupaten dan provinsi harus memperhatikan bakat dan kemampuan siswa, dan memfasilitasi mereka agar bisa ikut lomba dalam bidang apapun,” pintanya.
Venansius menegaskan, dengan sering mengikuti lomba akan membuat para siswa bisa lebih percaya diri dan tidak grogi saat mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, tambahnya, dengan sering mengikuti lomba akan membuat siswa rajin mengasah kemampuan, agar kualitasnya bisa lebih ditingkatkan.
Lanjutnya, siswa juga belum memanfaatkan sarana dan prasarana secara maksimal, padahal siswa memiliki bakat dan minat yang mumpuni.
“Banyak siswa yang memiliki bakat dalam sebuah bidang, namun tidak digali dan dikembangkan. Sejak awal siswa masuk ke sekolah ini, kami langsung menggali bakat dan minta siswa agar bisa memberikan pendampingan,” ucapnya.