Pelaksanaan PTM Dongkrak Omzet Pedagang di Ciparay Naik

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Dimulainya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ternyata menjadi berkah tersendiri bagi, Oman Winardi, pedagang siomay asal Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut Oman, sejak PTM berlangsung pada awal bulan ini, omzetnya meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya hanya Rp150 ribu per hari, kini menjadi Rp300 ribu per hari, bahkan lebih.

“Alhamdulillah, sekarang pendapatan meningkat, memang yang banyak beli ya anak-anak sekolah, biasanya pas jam pulang mereka belinya,” ujar Oman saat ditemui di lapaknya di depan SMA Negeri 1 Ciparay, Selasa (21/9/2021).

Di samping itu, Oman juga mengaku kini tidak harus berkeliling mendorong gerobak ke berbagai tempat untuk memasarkan dagangannya, sebab dengan mangkal di depan sekolah saja, jualannya bisa laku banyak.

“Sebelum anak-anak sekolah lagi saya keliling-keliling jualannya, tapi sekarang mangkal saja di depan sekolah. Buka jam 9 pagi, sudah bisa pulang jam 3 sore,” kata Oman.

Lebih lanjut Oman berharap, PTM bisa terus dijalankan. Pasalnya dengan berlangsungnya PTM, akan memberikan dampak langsung kepada penghasilan para pedagang setempat.

“Kita sudah lama menunggu agar anak-anak ini bisa sekolah. Saya betul-betul berharap sekolah tidak ditutup lagi. Dan saya pun sering mengingatkan anak-anak agar pakai masker, sama-sama saling mengingatkan,” papar Oman.

Bukan hanya Oman, Iwan, pedagang bubur ayam juga merasakan hal serupa. Ia menyebut, sejak PTM berlangsung, penghasilannya mengalami peningkatan.

“Kemarin-kemarin jujur saja, kadang sehari cuma laku 2 mangkok. Tapi sekarang alhamdulillah, bisa laku 50 mangkok sehari, dan kebanyakan anak-anak yang beli,” kata Iwan.

Seperti juga Oman, Iwan berharap PTM bisa dipertahankan dan berjalan normal seperti biasanya. Menurut Oman, bukan hanya para pedagang yang mendapat penghasilan lebih berkat PTM, namun juga para pengemudi angkutan umum.

“Jadi anak-anak sekolah ini memang besar dampaknya buat kita. Semuanya, sopir angkot, pedagang, semua ikut senang dengan PTM,” pungkas Iwan.

Lihat juga...