Update Covid-19 20 Agustus 2021: Kematian Menurun Dibandingkan Kemarin
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Terjadi penurunan angka kematian pada 20 Agustus 2021, yaitu 1.348 jika dibandingkan pada 19 Agustus 2021, yang menyentuh angka 1.492. Angka ini menjadikan total kasus kematian menjadi 123.981 atau 3,138 persen dari total keseluruhan kasus, yaitu 3.950.304.
Sementara angka kesembuhan berada pada 26.122, kembali menurun dibandingkan angka hari sebelumnya, yaitu 29.012, yang menjadikan total kasus sembuh menjadi 3.499.037 atau 88,576 persen dari keseluruhan kasus.
Tercatat sepuluh besar provinsi yang memiliki angka kematian terbesar harian adalah Provinsi Jawa Tengah 363 jiwa, Provinsi Jawa Barat dengan 268 jiwa, Jawa Timur 203, Bali 73, DI Yogyakarta 47, Kalimantan Timur 45, Lampung 35, Riau 30, Sumatera Selatan 24 dan Bengkulu 22.
Sementara untuk jumlah kasus baru harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Barat 2.742 kasus, Jawa Timur 2.507, Sumatera Utara 1.481, Jawa Tengah 1.432, Bali 1.039, DKI Jakarta 969, Kalimantan Timur 921, DI Yogyakarta 820, Riau 764 dan Sulawesi Selatan 685.
Pada 20 Agustus 2021, pukul 09.34 GMT, Worldometer melaporkan jumlah kasus menjadi 210.947.697 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 4.419.035 dan kasus sembuh 188.855.926. Posisi Indonesia adalah 13 di seluruh dunia dan menempati posisi ke-4 di Asia.
Fluktuasi angka kematian, kesembuhan, kasus positif dan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate menunjukkan adanya perbaikan di Indonesia.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID 19, Wiku Adisasmito, memaparkan pasca diberlakukannya PPKM Darurat dan PPKM Level 4 terlihat ada perbaikan jumlah kasus positif pada angka 73 persen.

“Dari 34 provinsi, sudah 25 provinsi yang menunjukkan perbaikan. Tercatat ada lima provinsi yang menunjukkan kasus tertinggi, yaitu Jawa Barat yang memiliki penurunan 7.128, DKI Jakarta 5.201, Jawa Timur 4.407, Kalimantan Timur 2.959 dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 2.866 kasus,” kata Wiku pada Jumat (20/8/2021).
Angka positivity rate juga mengalami penurunan, jika dibandingkan pada periode 2-8 Agustus yang mencatatkan 23,57 dengan periode 9-15 Agustus yang mencatatkan 21,48.
“Kita harapkan angka ini akan menurun terus pada perhitungan tanggal 22 besok. Karena dengan penurunan ini, menunjukkan perkembangan baik dengan berbasis pada perbaikan penanganan dan pencegahan penularan,” ucapnya.
Untuk daerah yang masih menunjukkan tren kenaikan kasus, Wiku mengharapkan ada penguatan penanganan dan melakukan analisa pada penanganan hingga posko desa di wilayahnya.
“Apabila tidak ada perbaikan, maka tidak akan terjadi pelonggaran di wilayah tersebut. Bahkan, bisa ditingkatkan pengetatan PPKM jika dibutuhkan,” tegasnya.
Adapun provinsi yang dimaksud adalah Jawa Tengah dengan 2.952 kasus, Bali 1.094 kasus, Papua Barat 667 kasus, Kalimantan Tengah 553 kasus, Sulawesi Barat 295 kasus, Aceh 247 kasus, Nusa Tenggara Barat 208 kasus, Maluku 167 kasus dan Jambi 41 kasus.