Pokmaswas Pedan Wutun Lepaskan 1.269 Tukik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pedan Wutun, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melepas sebanyak 1.269 ekor tukik selama tahun 2021.

“Hingga tanggal 11 Agustus kami sudah melepas sebanyak 1.269 ekor tukik ke laut,” kata Kristo Werang, Ketua Pokmaswas Pedan Wutun, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT saat dihubungi, Rabu (11/8/2021).

Ketua Pokmaswas Pedan Wutun, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kristo Werang, saat ditemui di kantornya, Minggu (9/8/2020) lalu. Foto: Ebed de Rosary

Kristo menyebutkan, hingga tanggal 11 Agustus pihaknya juga sudah membenamkan sebanyak 1.975 telur penyu di lokasi penangkaran.

Dia mengatakan, jumlah telur tersebut diperoleh dari sarang-sarang yang terdapat di pesisir pantai Ritaebang, pantai utara Pulau Solor.

“Ada 18 sarang yang ditemukan hingga tanggal 11 Agustus 2021 ini. Tanggal 10 Agustus lalu kami lepas 148 ekor tukik lagi dan tanggal 11 Agustus ditemukan satu lagi sarang berisi 100 telur penyu,” ujarnya.

Kristo mengakui, baru-baru ini pihaknya mendapatkan bantuan sebuah generator listrik untuk dipergunakan di kantor Pokmaswas Pedan Wutun yang berada di pesisir pantai sebelah timur Kelurahan Ritaebang.

Ia tambahkan, kantor dan sarananya merupakan bantuan dari BPSPL Denpasar dan Yayasan Misool Baseftin yang menjadi tempat berkumpul anggota Pokmaswas untuk mengawasi lokasi penangkaran penyu di sampingnya.

“Kami mengharapkan agar pemerintah membantu alat tangkap buat kami para nelayan dan perbengkelan serta lainnya. Bagi anggota yang memiliki usaha agar bisa meningkatkan pendapatan. Kami bekerja melakukan konservasi penyu tanpa ada gaji, mempergunakan dana pribadi,” ucapnya.

Sementara itu, Evi Ojan, Kepala Kantor Misool Baseftin Flores Timur mengatakan, pihaknya sejak awal mendukung terbentuknya Pokmaswas agar bisa menjaga kelestarian ekosistem laut termasuk mendorong pelestarian penyu.

Evi menjelaskan, Pokmaswas yang melakukan penetasan telur penyu hanya 2 dan semuanya tersebar di Pulau Solor yakni Pokmaswas Pedan Wutun dan Pokmaswas Jalur Gaza yang berada di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan.

“Pokmaswas Pedan Wutun merupakan Pokmaswas pertama di Flotim yang melakukan konservasi penyu. Anggota Pokmaswas juga aktif melaporkan apabila ada aksi penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut seperti menggunakan bom,” ucapnya.

Lihat juga...