Pembersihan Waduk Rawa Dongkal, Optimalkan Penampungan Air
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Petugas Unit Pelaksana Teknik (UPT) Badan Air Lingkungan Hidup Ciracas, Jakarta Timur, rutin membersihkan sampah di Waduk Rawa Dongkal, agar waduk bersih.
Pembersihan sampah dilakukan secara manual menggunakan pelampung dan serokan. Sampah-sampah yang terserok dikumpulkan di atas pelampung.
Setelah pembersihan sampah tersisir semua, petugas pun menepikan pelampung ke tepi waduk.
“Pembersihan Waduk Rawa Dongkal ini dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali. Tujuannya agar waduk bersih tidak berserakan sampah,” ujar Rachmat Tanjung, Ketua Regu Waduk Rawa Dongkal UPT Badan Air Lingkungan Hidup Ciracas, Jakarta Timur, saat ditemui di area waduk, Rabu (11/8/2021).

Sampah yang berserakan di waduk ini beragam jenis, di antaranya dedaunan, ranting pohon, botol plastik, balok kayu dan lainnya.
“Dua kali sehari pembersihan waduk ini terangkut sampah sebanyak 4 kubik,” ujarnya.
Setelah diangkut dari waduk, sampah dimasukkan ke dalam karung, lalu dikumpulkan di tempat penampungan sementara di depan gedung Ciba, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.
Selanjutnya, sampah-sampah itu akan diangkut armada truk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Sebelum sampah diangkut, terlebih dulu dilakukan pemilihan. Untuk sampah anorganik seperti botol plastik minuman bekas dipilah, dipakai tempat menanam bibit sayuran.
Sedangkan sebagian sampah organik dibuat pupuk kompos secara manual. “Pembuatan kompos dilakukan di pulau yang berada di tengah waduk ini. Hasil komposnya digunakan untuk menyuburkan tanaman yang ditanam petugas di pinggir waduk,” ungkap pria kelahiran 37 tahun ini.
Pembersihan sampah dilakukan secara rutin menurutnya, agar waduk tetap bersih tidak ada sampah berserakan di hamparan waduk seluas 3 hektare ini.
Rachmat berharap ada kesadaran dari masyarakat yang berkunjung ke waduk ini agar tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi melemparnya ke dalam waduk.
Tentu perilaku tersebut menurutnya, akan berdampak pada lingkungan, air waduk menjadi tersumbat lantaran banyak sampah menggumpal dan mengendap.
“Kami berharap warga Jakarta yang datang ke waduk ini, seperti memancing jangan buang sampah sembarangan, harus saling menjaga kebersihan waduk ini. Maka, kami sediakan tempat sampah di pinggir waduk,” ujar Rachmat.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal Samad mengatakan, waduk Rawa Dongkal yang berada di kawasan pemukiman Bukit Permai Cibubur ini berfungsi sebagai resapan air dan pengendalian cadangan air di kawasan sekitar.
Karena keindahan alam dan teduh rindang pohonnya berjajar di tepian waduk, maka tempat ini juga dijadikan pemancingan warga Cibubur dan sekitarnya.
“Waduk ini berfungsi sebagai tempat resapan dan penampungan air, agar saat musim hujan tidak meluap menggenangi permukiman dan bahkan ke jalan raya Cibubur,” ujar Yusmanda.
Untuk kebersihan, dia berharap warga yang berkunjung tidak membuang sampah ke dalam waduk. Karena menurutnya, pembuangan sembarangan berdampak sampah-sampah di waduk tidak pernah habis, bisa merusak ekosistem habitat, seperti ikan.
“Saya harapkan warga yang mancing atau rekreasi ke sini, memiliki kesadaran tidak buang sampah sembarangan, karena perilaku itu berdampak pada kerusakan lingkungan,” pungkasnya.