Permintaan BBM RON di Jateng-DIY, Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi yang terus meningkat, turut mendorong permintaan BBM jenis gasoline yang memiliki oktan atau Research Octane Number (RON) di atas 91.

“Salah satu produk BBM dari Pertamina yang memiliki oktan di atas 91, yakni pertamax dengan RON 92. Sejauh ini, terus mengalami tren peningkatan konsumsi dalam kurun tiga tahun terakhir, khususnya di wilayah Jateng-DIY,” jelas Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, saat dihubungi di Semarang, Selasa (17/8/2021).

Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, saat dihubungi, di Semarang, Selasa (17/8/2021). Foto: Arixc Ardana

Sebagai perbandingan, rerata harian konsumsi pertamax pada tahun 2019, angka tersebut meningkat sebesar 20% pada tahun 2020. Kemudian realisasi konsumsi harian tahun tersebut  juga kembali bertambah di tahun 2021 sebesar 13%.

Peningkatan permintaan pertamax tersebut, juga lebih tinggi dibandingkan BBM jenis gasoline lainnya yang memiliki oktan lebih rendah, seperti Premium (RON 88) dan Pertalite (RON 90).

“Proporsi Pertamax terhadap BBM gasoline lain, pada 2019 lalu sebesar 15%. Angka tersebut kemudian bertambah pada tahun 2020 menjadi 21% dan terus mengalami peningkatan di tahun 2021 menjadi 23% dari konsumsi BBM gasoline secara keseluruhan,” terang Brasto.

Diterangkan, pemilihan Pertamax juga memberikan manfaat baik bagi lingkungan. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan masyarakat, dalam membeli BBM jenis tersebut.

Baku mutu Pertamax telah sesuai dengan arahan pemerintah dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4 (RON 92).

“Pertamax termasuk kategori BBM ramah lingkungan, karena kandungan sulfur yang dihasilkan pada gas buang kendaraannya maksimal 500 ppm. Untuk itu dapat menjaga kualitas udara tetap baik,” tuturnya.

Sementara, salah seorang konsumen, Irawan Handoko, mengaku selama ini dirinya juga menggunakan Pertamax sebagai BBM untuk kendaraan bermotor yang dimilikinya.

“Jenis BBM ini memiliki oktan tinggi, sehingga pembakaran pada mesin bisa lebih bagus. Selain itu juga memiliki kemampuan untuk membersihkan endapan kotoran pada mesin, sehingga mesin jadi lebih awet, menjaga mesin dari karat serta pemakaian bahan bakar yang lebih efisien atau lebih irit,” tandasnya.

Lihat juga...