Apel Bendera di Atas Laut Kejutkan Warga Kojadoi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76, Kecamatan Alok Timur menggelar apel bendera di atas laut di perairan Pulau Kojadoi, Desa Kojadoi, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (17/8/2021).
“Kegiatan apel bendera di atas laut ini merupakan rangkaian kegiatan Kojadoi Sail Festival yang diinisiasi Danlanal Maumere,” kata Camat Alok Timur, Nikolaus Emanuel saat ditemui di Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (17/8/2021).
Nikolaus menyebutkan, apel bendera di laut ini merupakan kegiatan kedua kalinya di mana di tahun 2015 pernah diselenggarakan apel bendera dengan mengambil tempat yang sama di Pulau Kojadoi.
Ia sebutkan, pemilihan lokasi di Kojadoi sebab desa ini merupakan desa wisata bahari yang sudah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional dengan meraih Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019.
“Lewat Kojadoi Sall Festival dengan menggelar lomba perahu layar tradisional dan apel bendera di atas laut hari ini, kita ingin memperkenalkan desa wisata ini agar bisa dikunjungi wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, Letda Laut (PM) Triawan Anwar, selaku komandan upacara dalam apel bendera di atas laut mengakui, baru pertama kali bertindak selaku pemimpin upacara saat apel bendera di atas laut yang membuat warga juga terkejut.

Triawan mengaku, kalau bertugas selaku komandan upacara di lapangan saat di darat sering, tapi kalau di atas laut dirinya baru pertama kali mendapat mandat tersebut.
“Saya merasa bangga diberi kepercayaan ini. Dengan kegiatan ini kami bisa menumbuhkan jiwa bahari masyarakat yang ada di kepulauan,” ujarnya.
Triawan mengakui, saat berdiri di atas rakit yang terapung di laut, dirinya sudah terbiasa sehingga tidak mengalami kendala berarti sebagai komandan upacara.
Intinya kata dia, Lanal Maumere ingin memberikan yang terbaik dan membuat masyarakat di kepulauan merasa bangga sebagai bagian dari NKRI.
“Kami ingin membangkitkan jiwa bahari masyarakat di kepulauan. Semoga warga di pulau terluar tidak kendor semangatnya dalam berombongan membangun bangsa dan negara. Ke depan kegiatan ini akan kita adakan di pulau-pulau lainnya,” ucapnya.
Disaksikan Cendana News dalam kegiatan apel bendera di atas laut ini, Camat Alok Timur selaku pemimpin upacara berada di atas sebuah rumah terapung bersama rombongan, dan Kepala Desa Kojadoi di sisi selatan perairan Pulau Kojadoi.
Sementara itu, komandan upacara berada di atas rakit di sebelah selatan bersama peserta upacara yang berada di atas 4 sampan serta perahu.
Tiang bendera ditanamkan di dalam laut dan berada di tengah lokasi upacara, sementara peserta upacara lainnya baik warga, pelajar dan mahasiswa berada di atas bebatuan di Pulau Kojadoi.
Pasukan pengibar bendera terdiri atas 11 orang yang menaiki 5 buah sampan, bertolak dari pantai dan setelah selesai mengibarkan bendera di tiang setinggi 15 meter, mereka kembali lagi ke pesisir pantai.
Penyelenggaraan apel bendera tetap mengikuti protokol kesehatan, di mana hanya diikuti sekitar 100 orang warga, undangan, pelajar dan mahasiswa dengan tetap memakai masker serta menjaga jarak.