Mang Dodo Ubah Bahan Karpet Jadi Kerajinan Mainan
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Pandemi telah mengubah hidup banyak orang hampir di semua sisi tanpa terkecuali cara mencari pemasukan ekonomi agar tetap bertahan di tengah kondisi serba sulit ini. Perubahan drastis terjadi di setiap lini, bagi pemenang akan tetap tetap bertahan dengan melihat peluang usaha baru.
Hal tersebut seperti dilakukan Dodo, warga Kebantenan, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan berjualan kerajinan berbahan dasar karpet yang dikreasikan menjadi mainan anak dengan membuka lapak di salah satu kompleks di wilayahnya.
“Sudah enam bulan ini, saya berjualan aneka kerajinan anak dari bahan dasar karpet, dijadikan aneka bentuk seperti rumah-rumahan, mobil-mobilan perang, tas dan lainnya. Alhamdulillah bisa memberikan penghasilan meski tidak besar,” ungkap Dodo kepada Cendana News, Selasa (17/8/2021).
Untuk menambah daya tarik, untuk satu jenis mainan akan dihadiahi umang-umang. Biasanya anak suka gerobak atau mobil-mobilan itu akan ditarik oleh umang-umang karena dibuatkan tali khusus agar disangkutkan. Pangsa pasarnya untuk anak kecil saja.
Menurutnya, peminatnya lumayan banyak sehari Mang Dodo, mampu menghasilkan uang Rp150-200 ribu. Penghasilan jelasnya tidak menentu, tapi paling kecil mampu menghasilkan yang Rp150 ribu mangkal dari siang di komplek Purigading Pondok Melati.
“Biasanya mangkal di tempat hajatan di kampung-kampung atau sekolah, tapi sekarang sudah lama di larang. Itu penjualan lebih banyak,” papar Dodo mengakui semua kerajinan itu dibuat sendiri di rumahnya.
Satu unit berbagai kerajinan berbahan dasar karpet tersebut oleh Dodo, dijual mulai dari Rp15 -25 ribu. Sebagai tambahan ia juga menjual tempat melukis anak dan miniatur ondel-ondel berbahan kardus yang banyak dibeli oleh orang dewasa untuk koleksi di rumah diletakkan hiasan di lemari kaca.
Lebih lanjut Dodo asli dari Jawa Tengah ini, mengaku bahwa ia membeli bahan baku karpet sistem kiloan untuk bahan dasar dibuat kerajinan untuk mainan anak dengan menggunakan lem sebagai perekat. Ia hanya membuat untuk berdagang belum ke produksi skala souvenir begitu.
“Anak saya satu sudah kuliah, saya harus tetap berpenghasilan. Tempat kerja sudah dikurangi karyawannya. Saya percaya saja bahwa pintu rezeki itu ada asal mau berusaha, saya coba membukanya melalui jualan kerajinan ini,” paparnya.
Ibu Rohani, saat belanja alat lukis buat anak mengaku, biasa membeli permainan di tempat Mang Dodo. Mainan zaman dulu yang dijual tersebut, bisa membangkitkan kenangan masa lampau ketika internet belum merambah anak.
“Kerajinan yang dibuat Mang Dodo ini, bagus buat mainan anak dibanding anak diberi handphone untuk mainan game,”papar Rohani.