Ketan Empal, Perpaduan Rasa Gurih Ketan dengan Lezatnya Daging Sapi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Daging sapi mampu diolah menjadi beragam jenis makanan. Salah satunya empal serundeng. Uniknya, selain bisa menjadi lauk untuk makan nasi, juga dapat dikombinasikan dengan ketan.

Hasilnya, rasa gurih ketan dipadu dengan manis empuk empal serundeng, menjadi perpaduan yang unik nan lezat. Olahan makanan ini, tidak hanya dikenal di Kota Semarang, ketan empal juga dikenal masyarakat Banten, dengan sebutan ketan bintul.
“Kunci membuat ketan empal serundeng, terletak pada penggunaan bumbu serta cara mengolah daging sapi, agar empuk dan enak. Termasuk cara memasak serundeng, yang dibuat dari parutan kelapa yang digoreng hingga kuning kecoklatan dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, gula jawa dan lengkuas,” papar Mariyanah, warga Tembalang Semarang, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (7/8/2021).
Dipaparkan, untuk membuat empal yang enak, daging sapi perlu direbus cukup lama sehingga empuk. “Bisa juga menggunakan panci presto, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk merebus daging tidak terlalu lama,” terangnya.
Jika daging sudang empuk, baru kemudian diolah menjadi empal. Bumbu, yang dibutuhkan antara lain, bawang merah, bawang putih, kemiri sangrai, kunyit, jahe, serai, santan dan lainnya.
“Setelah bumbu ditumis hingga harum, kemudian masukkan daging sapi dan santan kelapa. Jangan lupa serai, lengkuas dan lainnya. Tunggu hingga air menyusut, kemudian masukkan parutan kelapa yang sudah digoreng sebelumnya. Jangan lupa cek rasa, tambahkan gula jawa, garam dan penyedap,” tambahnya.
Diakuinya, proses memasak empal membutuhkan waktu yang cukup lama, serta aneka bumbu rempah yang tidak sedikit. Namun, perjuangan tersebut, akan terbayarkan dengan rasa empal yang lezat serta empuk.
“Sementara, untuk ketan, cukup dengan dikukus. Cuci bersih beras ketan, kemudian tambahkan sedikit garam, baru dikukus. Tunggu hingga matang, baru kemudian disajikan bersama empal serundeng,” terangnya.
Dijelaskan, olahan ketan empal tersebut, tidak setiap hari ada, sebab selain cukup sulit untuk membuatnya, harga daging sapi yang relatif mahal juga menjadi penyebabnya. “Seringnya membuat serundeng saja, dengan suwiran daging sapi. Jadi tidak seperti empal, yang ukurannya besar-besar,” tandasnya.
Sementara, suami, Siswadi, memaparkan ketan empal menjadi sajian istimewa, sebab tidak selalu ada. Umumnya, ketan empal disajikan pada saat lebaran atau hari-hari spesial. “Jadi tidak selalu ada, hanya disaat-saat tertentu,” terangnya.
Perpaduan kedua makanan tersebut, menawarkan cita rasa yang berbeda. “Kalau nasi cenderung manis, sementara ketan ini gurih asin, dipadukan dengan rasa manis empal serundeng, jadi memberikan rasa tersendiri,” ungkap Siswadi.
Cara menikmati ketan empal pun mudah. Ambil sejumput serundeng, kemudian ditaburkan di atas ketan. Jangan lupa ambil sepotong empal daging sapi. “Masukkan ketan bertabur serundeng kedalam mulut, lalu gigit daging empal. Semua rasa akan berkumpul saat terkecap lidah dalam mulut, enak, manis gurih,” pungkasnya.