Isi Waktu Luang, Siswi di Situbondo jadi Tukang Sapu
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SITUBONDO – Melaksanakan aktivitas pembelajaran via daring selama pandemi Covid-19, memiliki waktu luang yang cukup panjang untuk anak didik beristirahat. Beragam cara mengisi waktu luang pun bisa dilakukan, misalnya bermain.
Namun, berbeda dengan Eka Aprisa Maulida, yang memilih memanfaatkan waktu luang dengan menjadi tukang sapu di jalan.
Eka Aprisa Maulida, salah satu anak didik di MAN 2 Situbondo mengatakan, aktivitas sebagai tukang sapu di jalan ia lakukan sejak penerapan pemberlakuan pembelajaran via daring. Hal itu ia lakukan untuk membantu sang ayah dalam melakukan pekerjaan.
“Saya sendiri memang mau membantu ayah bersih-bersih, sapu-sapu di jalan. Karena bisa meringankan dan membuat pekerjaan ayah saya cepat selesai,” ujar Eka Aprisa Maulida kepada Cendana News di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Kamis (19/8/2021).
Menjadi tukang sapu di jalan, Eka mengaku, sudah tidak canggung. Bagi dia, aktivitas yang dilakukan sebagai upaya mengisi waktu luang setelah mengikuti sekolah daring itu sangat bermanfaat. Salah satunya mendidik dirinya mandiri dan bertanggung jawab dengan cara membersihkan lingkungan.
“Selama ini sekolah daring waktunya sebentar, karena setiap mata pelajaran waktunya dikurangi semua. Jadi aktivitas sekolah sekarang ini lebih banyak waktu istirahat,” ucapnya.
Menurut Eka, tempat menyapu di sekitar Jalan Argopuro sampai Jalan Pemuda. Rutin setiap hari dari siang sampai sore.
Eka menambahkan, dirinya mengaku senang dengan aktivitas yang dilakukan. Selain membantu meringankan pekerjaan ayahnya, ia bisa mendapat uang untuk membeli kuota internet yang digunakan untuk sekolah daring.
Terpisah, Erwani yang merupakan ibu dari anak tersebut, mengatakan, aktivitas yang dilakukan anaknya setiap hari memang tidak serta merta dibiarkan begitu saja.

Ia mengaku, rutin memantau aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh putrinya tersebut.
“Saya awalnya sempat melarang putri saya itu bantu-bantu. Khawatir justru akan mengganggu sekolah dan nilainya bisa saja menjadi turun. Akan tetapi, sampai saat ini, ternyata aktivitas pendidikannya masih terlaksana dengan baik, dan nilainya juga masih bertahan dengan baik,” ucapnya.