Hasil Panen Musim Gadu di Banyumas tak Maksimal

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Saat ini sebagian petani di wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, memasuki masa panen gadu, yaitu panen di musim kemarau. Padi yang ditanam pada masa gadu tersebut menghasilkan panen yang tidak maksimal, petani hanya bisa memetik hasil panen 2-3 ton per hektare.

Sebagaimana diungkapkan salah satu petani di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Darsim, yang mengeluhkan hasil panennya kali ini. Menurutnya, minimnya ketersediaan air untuk mengairi sawah pada musim tanam kali ini, sangat berpengaruh terhadap hasil panen.

“Tanaman padi kekurangan air selama masa pertumbuhan, sehingga hasil panennya tidak maksimal. Jika panen sebelumnya saya bisa mendapatkan 5-6 ton per hektare, sekarang hanya 2-3 ton per hektare,” katanya, Senin (9/8/2021).

Menurut Darsim, periode tanam gadu biasanya mulai bulan April hingga September mendatang. Dan, saat ini ia memanen padi yang ditanam pada akhir April lalu.

Salah satu petani di Desa Sokaraja, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Darsim, Senin (9/8/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Meskipun area sawah milik Darsim berdekatan dengan Sungai Pelus di Desa Sokara Kulon, namun pada kemarau kali ini ia hanya bisa mengandalkan hujan. Sebab, debit Sungai Pelus juga turun dratis. Sementara sejak Mei hingga kemarin, hujan sudah mulai jarang turun.

“Sudah jarang sekali turun hujan, sungai juga kering, jadi tidak bisa dimabil airnya untuk mengairi sawah, karena sebenarnya sawah ini merupakan sawah tadah hujan,” tuturnya.

Beberapa petani di desa tersebut, memilih untuk tidak menanam padi pada musim gadu kali ini. Mereka menggantinya dengan menanam palawija. Namun, Darsim sendiri tetap menanam padi, karena stok padi miliknya memang sudah habis dan ia juga sempat merasa optimis masih ada hujan saat bulan April lalu.

“Perkiraan saya meleset, ternyata setelah bulan Mei ke sini, hujan sudah jarang turun. Kemarin bulan April masih ada hujan, sehingga saya beranikan diri untuk menanam padi,” keluhnya.

Petani lainnya, Karyanto, mengatakan untuk masa tanam gadu, ia sudah sangat bersyukur bisa mendapatkan hasil 3 ton per hektare. Walaupun hasil panen tersebut sebenarnya hanya menghasilkan keuntungan yang sangat sedikit.

“Area sawah di sini masih beruntung bisa sampai panen. Kalau sawah yang lebih atas lagi, banyak yang tanaman padi kering dan gagal panen. Di lokasi sini, irigasi terkadang masih mengalir, walaupun airnya sedikit dan digilir, jadi bisa sampai panen, walaupun hasilnya tidak maksimal,” katanya.

Lihat juga...