Demas Wibowo, Mengolah Hobi Menjadi Prestasi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Hobi fotografi serta ngevlog, mengantarkan Iqbalva Demas Wibowo, mahasiswa semester 3 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meraih banyak prestasi, bahkan hingga perlombaan tingkat internasional.

Berawal dari terbiasa melihat ayahnya membuat konten video serta berburu foto, Demas mulai menyukai forografi. Sejak masih duduk di bangsu SMA, ia sudah mulai mengikuti berbagai macam jenis perlombaan video serta fotografi, baik sebagai peserta perorangan maupun berkelompok bersama teman-temannya.

“Awalnya suka fotografi, tetapi kemudian juga suka bikin video dengan teman-teman. Video itu bisa lebih lengkap bercerita tentang suatu momen,” katanya, Kamis (12/8/2021).

Beberapa prestasi yang berhasil diraih Demas dari hobinya tersebut antara lain, juara 3 lomba video vlog yang diadakan Polresta Banyumas tahun 2020 lalu, dengan tema stay at home, kemudian juara umum video competition tahun 2020 yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) Purwokerto terkait seosialisasi penggunaan QRIS dan lain-lain.

“Sewaktu masih di SMA, saya juga pernah mengikuti perlombaan film pendek dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa  Nasional (FLS2N) dan awal menjadi mahasiswa tahun lalu, juga ikut festival film mahasiswa Indonesia di Bandar Lampung, serta yang terbaru tahun ini, mengikuti lomba short movie Pekan Olahraga Sains dan Seni (POSSE) tingkat internasional bersama teman-teman, kita mengambil tema jejak surau dan berhasil meraih juara ke 2,” tuturnya.

Prestasi di bidang fotografi juga banyak diraih Demas, seperti juara 3 lomba fotografi tema peningkatan infrastruktur dan penerapan teknologi pertanian yang diselenggarakan Fakultas Pertanian UMP, juara 3 lomba fotografi beasiswa 10.000 anak di Makassar yang mengambil tema pendidikan dan lainnya.

“Kalau pengalaman yang tak terlupakan itu saat saya mengambil video suasana di Malioboro, Yogyakarta. Ambil video menggunakan drone sampai lima jam, hanya untuk tayangan durasi 1 menit dan sampai didatangi petugas lagi, disuruh menurunkan drone,” kata Demas.

Di masa pandemi serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti sekarang ini, menurut Demas, tetap bisa untuk berburu foto ataupun video. Bahkan ia mengaku memiliki waktu lebih banyak, karena kuliah dilakukan secara online. Ide-ide banyak bermunculan, seperti mengambil suasana PPKM Darurat di pasar tradisional, jalan protokol yang ditutup kemudian digunakan untuk bermain bola oleh anak-anak dan lain-lain.

“Suasana selama PPKM darurat ini tetap menarik untuk didokumentasikan, jadi sama sekali tidak menghambat kreativitas,” ucapnya.

Ayah Demas, Sujarwo Eko Wibowo menyampaikan, ia sangat mendukung hobi Demas dalam bidang fotografi dan video. Bahkan, seringkali ayah dan anak ini berburu momen-momen yang bagus bersama.

“Selama tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), boleh-boleh saja hunting di luar,” kata Eko.

Lihat juga...