DCML Badegan Ponorogo Diproyeksi Jadi Sentra Penghasil Porang

Editor: Makmun Hidayat

PONOROGO — Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) fokus mengembangkan Desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur sebagai sentra penghasil komoditas porang. 

Di samping tengah menjadi komoditas primadona dengan nilai jual sangat tinggi, porang juga dipilih untuk dikembangkan karena memiliki pasar yang sangat luas, termasuk pasar luar negeri atau ekspor.

Mulai berjalan sejak beberapa bulan terakhir, pengembangan sektor pertanian porang di DCML Badegan, dilakukan melalui Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (KBSM) serta Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri.

Pada tahap awal ini, Yayasan Damandiri, telah menanam komoditas porang di lahan seluas 2 hektare yang tersebar di sejumlah titik. Pengembangan porang ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat desa sekitar, sehingga mampu meningkatkan pendapatan serta penghasilan warga.

“Lahan seluas 2 hektare ini merupakan tanah milik masyarakat. Umumnya berupa kebun atau tegalan,” ujar Manajer Umum Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, Rabu (18/8/2021).

Wahyu menyebut Desa Badegan,  yang berkontur perbukitan dengan tanah subur memang sangat cocok dikembangkan sebagai sentra penghasil porang. Sebelum adanya program dari Yayasan Damandiri, sejumlah warga desa sebenarnya juga sudah menanam komoditas porang ini, meski belum dilakukan secara serius.

“Dengan adanya program dari Yayasan Damandiri ini, Diharapkan masyarakat Desa Badegan bisa banyak belajar bagaimana melakukan budidaya, perawatan, hingga pemasaran Porang. Sehingga nantinya masyarakat bisa mandiri,” katanya.

Sistem pengembangan porang Yayasan Damandiri di DCML Badegan sendiri, dilakukan dengan mendatangkan tim ahli. Mereka kemudian melakukan penanaman bibit porang di lahan-lahan milik masyarakat desa, dengan bibit yang mereka datangkan dari sentra porang di daerah lain.

“Jadi tim ahli KBSM datang sudah membawa bibit dan tim ahli. Mereka kemudian menanam porang di lahan-lahan yang ada. Sementara masyarakat desa dilibatkan untuk melakukan perawatan sehari-hari. Nanti begitu panen, porang yang dihasilkan akan langsung diserap dan dipasarkan oleh KBSM,” katanya.

Lihat juga...