Pertanian Cerdas Iklim, Upaya Tingkatkan Panen dan Jaga Kesuburan Lahan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURBALINGGA — Penerapan sistem pertanian cerdas iklim sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani di Kabupaten Purbalingga. Dimana tanaman tumbuh lebih cepat dan subur, karena kesuburan lahan pertanian yang terjaga.

Anggota kelompok tani Mardi Tani di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Agung Mardika mengatakan, sistem pertanian cerdas iklim merupakan metode pertanian dengan menggabungkan penanaman padi jajar legowo, penggunaan pupuk organik, pemilihan bibit berkualitas unggul serta sistem pengairan basah-kering.
“Sebenarnya kita para petani sudah lama menerapkan hal tersebut, hanya saja tidak secara bersamaan. Sebagian besar hanya menerapkan metode tanam jajar legowo saja. Tetapi dengan penggabungan empat hal tersebut, ditambah pupuk organik, pemilihan bibit serta sistem pengairan, maka semakin lengkap dan kondisi lahan pertanian tetap terjaga kesuburannya,” katanya, Senin (26/7/2021).
Lebih lanjut Agung menjelaskan, sistem tanam jajar legowo memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dan terdapat barisan kosong di area lahan bagian dalam, sehingga meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam. Karena ada lahan kosong di dalamnya tersebut, maka sinar matahari lebih banyak yang masuk dan kelonggaran jarak membuat tanaman padi relatif lebih aman dari serangan tikus.
“Cara tanam jajar legowo 2 : 1 ini sudah banyak dilakukan para petani di sini, karena memang hasilnya lebih bagus, untuk pemupukan lebih hemat dan pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan. Hanya saja dalam sistem pertanian cerdas iklim yang mulai kami lakukan ini, untuk pupuk diganti dengan pupuk organik, kemudian bibit tanaman dipilih yang kualitas unggul,” jelasnya.
Meskipun belum sampai pada tahap panen, namun Agung mengaku optimis sistem pertanian cerdas iklim akan meningkatkan hasil pertanian. Hal tersebut sudah bisa diprediksi dari pertumbuhan tanaman padi yang lebih cepat. Di sisi lain, kesuburan lahan pertanian juga terjaga, karena penggunaan pupuk organik.
“Kalau melihat perkembangan tanaman sekarang ini, sangat optimis hasil panen meningkat. Kalau toh tidak meningkat dratis pada panen pertama, namun untuk selanjutnya pasti akan meningkat, sebab lahan yang terjaga kesuburannya merupakan investasi jangka panjang bagi para petani,” kata Agung.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, saat ini dampak perubahan iklim menjadi perhatian semua pihak. Penerapan pertanian cerdas iklim atau climat smart agrikulture (CSA) mengedepankan pertanian yang ramah lingkungan untuk menjaga kesuburan lahan.
“Sistem ini menggunakan input yang ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik, benih unggul, serta pestisida nabati. Pertanian yang ramah lingkungan ini, akan turut menjaga suhu bumi,” ucapnya.