Orang Tua Siswa Minta Kualitas Pembelajaran Daring Ditingkatkan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Batalnya rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang semula akan dilakukan pada tahun ajaran baru bulan Juli ini, mendapat banyak dukungan dari orang tua siswa. Mengingat situasi penularan Covid-19 kembali meningkat.

Salah satu orang tua siswa, Eko Widianto mengatakan sangat mendukung pembelajaran daring diberlakukan kembali saat ini, mengingat kondisi memang mengharuskan untuk daring dan adanya pembatasan kegiatan di masyarakat.
“Kondisinya sekarang memang harus daring, bahkan kalau tetap PTM, justru kita dari orang tua yang khawatir, karena kasus Covid-19 sedang meningkat dan penularannya lebih cepat karena adanya varian baru yang bermunculan,” katanya, Kamis (15/7/2021).
Hanya saja, lanjutnya, seharusnya kualitas dari pembelajaran daring di tahun ajaran baru ini lebih meningkat. Hal tersebut karena sudah satu tahun guru biasa memberikan materi pelajaran secara daring, sehingga seharusnya sudah mempunyai metode pembelajaran yang lebih efektif.
Dalam proses pembelajaran daring, kata Eko Widianto, interaksi guru dengan siswa di rumah harus terbangun lebih baik, sehingga pembelajaran berjalan dua arah. Guru tidak hanya memberikan tugas, karena hal tersebut akan membosankan dan membuat anak didik menjadi jenuh.
“Harus ada peningkatan kualitas pembelajaran daring, karena sudah berpengalaman daring selama satu tahun, jadi bisa disiapkan formula pembelajaran yang lebih baik. Mungkin dengan adanya pembatasan atau pembagian siswa saat zoom pelajaran, sehingga interaksi meningkat atau dengan metode lainnya,” tuturnya.
Orang tua siswa lainnya, Ustad Mukorobin mengatakan, melihat perkembangan kasus Covid-19, ia sangat sepakat jika kembali dilakukan pembelajaran daring. Berdasarkan pengamatan di Kabupaten Banyumas, sudah ada sekolah yang kemarin ikut percobaan PTM dan kemudian ditemukan kasus positif pada dua siswanya.
Bagaimanapun hal tersebut menumbuhkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mengingat sekolah tersebut dipilih untuk ikut serta dalam uji coba PTM, karena penerapan protokol kesehatannya sudah bagus dan banyak persyaratan lain yang sudah dipenuhi. Namun, pada kenyataannya kemudian terdapat kasus positif Covid-19.
“Meskipun penularan bukan dari lingkungan sekolah, namun tetap saja menimbulkan kekhawatiran untuk kita sebagai wali murid, jadi memang lebih baik diterapkan pembelajaran daring, terlebih dahulu sampai situasi pandemi mereda,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini Kabupaten Banyumas kembali menerapkan pembelajaran daring untuk semua sekolah. Bahkan 34 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kemarin sempat melakukan PTM, sekarang kembali diharuskan untuk melakukan daring.