Warga Solok Didorong Manfaatkan Pekarangan Tanam Sayuran
SOLOK – Dinas Pangan Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, mendorong masyarakat agar optimal memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga serta mencegah krisis pangan di tengah pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Pangan Kusnadi di Solok, Selasa mengatakan pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanami sayur-sayuran dapat memenuhi kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga.
Selain itu, kata dia, juga dapat mengurangi pengeluaran, bahkan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika dikelola secara maksimal.
“Pekarangan hijau ini juga dapat untuk bertanam sayur dan buah sehingga menambah ketahanan pangan, edukasi tanaman pangan dan teknologi, menambah asri lingkungan dan memanfaatkan lahan tidur atau tidak terpakai dan agar pemanfaatan lingkungan lebih tepat guna,” kata dia.
Kusnadi berharap setiap rumah tangga mampu memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan.
“Kriteria atau persyaratan umum pekarngan hijau ini, yakni lebar dua meter, panjang minimal 15 meter, tersedia penyiraman air, terdapat sinar matahari dan adanya pengelola yang akan merawat tanaman yang telah ditanam,” ucapnya.
Ia mengatakan selama ini kita hanya manggunakan jalan untuk sarana penghubung. Alangkah indahnya jalan yang dilalui dipenuhi oleh keberagaman sayur dan buah yang tentunya menambah keindahan lingkungan.
“Dengan kegiatan ini diharapkan lestari, artinya berkelanjutan dan tidak hanya berjalan sebentar, tetapi berlanjut dengan memanfaatkan bibit hasil penanaman saat ini,” ujar Kusnadi.
Menurut Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Pangan Kota Solok Efrizal Hasdi, pemanfaatan pekarangan hijau juga untuk mempersiapkan lokasi atau sarana prasarana pendukung agar mendapatkan hasil yang maksimal.
“Semoga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi sayuran segar bebas pestisida,” ucapnya.
Selain itu, edukasi dan pembelajaran dibutuhkan masyarakat saat ini untuk mengubah pola pikir lama di mana sayuran harus dibeli ke pasar.
“Akan tetapi, kita bisa memproduksinya sendiri di lingkungan sekitar dan bahkan pada lahan-lahan yang tidak produktif,” ujarnya. (Ant)