Pelestarian Pohon Pantai Berkelanjutan Butuh Kesadaran Komunal

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pelestarian berbagai jenis pohon pantai berkelanjutan butuh kesadaran komunal. Ahmad Rizal, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Lestari menyebut kewajiban menjaga kelestarian pohon di pesisir jadi kesadaran komunal.

Warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan itu menyebut menanam ribuan bibit mangrove. Penanaman mangrove jenis bakau (Rhizopora), Api api (Avicennia) dilakukan melibatkan sejumlah unsur.

Warga yang tinggal di kawasan pesisir timur, dekat muara Sungai Way Sekampung itu akrab dengan bencana alam banjir rob, angin puting beliung, gelombang pasang. Upaya meminimalisir kerusakan dilakukan dengan menjaga vegetasi mangrove secara komunal.

Kawasan hutan seluas kurang lebih lima hektare milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dikelola. Kawasan yang masuk bentang alam Register 1 Way Pisang dikelola untuk sabuk hijau (green belt), benteng alami pencegahan abrasi. Melibatkan unsur Kampung Siaga Bencana (KSB) Harapan Baru, unsur masyarakat petambak tanaman mangrove diperbanyak. Bibit sebanyak 25.000 propagul atau anakan mangrove disediakan.

“Kesadaran komunal masyarakat pesisir pantai Bandar Agung didasari oleh kawasan rawan bencana alam yang didiami masyarakat, tumbuh keinginan kolektif untuk menjadikan bentang alam vegetasi mangrove sebagai penjaga terjangan angin, gelombang laut dan terbukti efektif meredam abrasi mengamankan permukiman warga,” terang Ahmad Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (16/6/2021).

Ahmad Rizal bilang penanaman mangrove sejak 2020 melibatkan unsur Polres Lampung Selatan. Sinergi penanaman mangrove komunal juga melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lamsel sebagai bagian mitigasi bencana pesisir. Selain menanam bakau, api api dengan metode rumpun, jenis tanaman gebang, nipah dan pandan laut kembali dilestarikan.

Ahmad Rizal menyebut vegetasi pantai yang cocok pada kawasan pantai berlumpur cukup beragam. Keberadaan bakau, api api, nipah hingga pandan laut menjadi habitat burung bangau, camar hingga biota laut jenis reptil, kepiting dan udang. Area vegetasi mangrove juga menjadi tempat pemijahan berbagai jenis ikan dan udang untuk sumber ekonomi warga.

“Tanaman bakau yang ditanam sistem rumpun untuk penyulaman sebagian telah berusia setahun dan akan ditanami kembali secara berkelanjutan,” ulasnya.

Penambahan luasan vegetasi mangrove sebut Ahmad Rizal ditarget lebih dari satu hektare pertahun. Penanaman itu dilakukan juga pada kawasan Tanjung Sembilang yang dijadikan ekowisata. Penataan ekowisata dikombinasikan dengan penanaman bibit mangrove oleh pengunjung mendorong kesadaran masyarakat menjaga kelestarian kawasan pantai.

Menjaga kawasan pesisir juga dilakukan warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang. Tanit, warga pesisir desa setempat mengaku jenis tanaman akasia, waru laut, pinang, kelapa, cemara udang potensial dikembangkan. Abrasi oleh gelombang dan angin juga dicegah dengan membuat tanggul dengan sistem rekayasa hayati. Pemakaian tonggak kayu, bambu dan ban bekas ikut menjaga pantai dari abrasi.

“Masyarakat memiliki kesadaran komunal agar pantai bebas abrasi, menanam berbagai jenis pohon kuncinya,” papar Tanit.

Menjaga pohon berkelanjutan juga diakui Basroni warga setempat. Berbagai jenis pohon lamtoro, jati ambon, pinang berfungsi menjaga tanah tidak terkikis abrasi. Jenis pohon penahan abrasi dengan akar tunjang dimanfaatkan saat besar untuk tonggak budidaya rumput laut. Pembuatan pancang sekaligus rekayasa hayati mencegah kecepatan gelombang.

Kesadaran warga mempertahankan pohon sebut Basroni dengan pola penanaman berjajar. Jenis tanaman kelapa, pinang ditanam berjajar menahan angin laut. Sejumlah tanaman efektif mencegah permukiman warga dari terjangan angin Timur. Meminimalisir bencana gelombang pasang juga dilakukan dengan menyusun ban bekas di tepi pantai dan sekaligus penanaman bibit pohon.

“Berbagai jenis pohon produktif menjadi pilihan warga untuk bisa mencegah abrasi,” tegasnya.

Kesadaran komunal warga pesisir dari pantauan Cendana News juga dilakukan hingga pesisir Bakauheni. Sebagian warga yang memiliki tambak di pantai Pinang Gading, pantai Pegantungan hingga Tanjung Tua mempertahankan bakau, api api. Sabuk hijau alami tersebut sekaligus sebagai penyaring alami air laut sumber irigasi tambak udang tradisional dan semi intensif. Manfaat menjaga abrasi jadi alasan menjaga vegetasi mangrove.

Lihat juga...