Kepala DKP3A: Karakter Anak Dipengaruhi Pola Pengasuhan Keluarga

SAMARINDA — Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim mengatakan pola pengasuhan anak dalam keluarga berpengaruh besar terhadap membentuk karakter anak.

“Pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga, bahkan akan menentukan baik buruknya karakter anak sejak dini hingga masa depan,” ujar Kepala DKP3A Provinsi Kaltim Noryani Sorayalita di Samarinda, Kamis.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mengasuh anak, salah satunya dengan pelayanan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Melalui pelayanan terpadu ini, maka keluarga dapat berkonsultasi tentang teknik mengasuh dan mendidik anak. Pusat layanan ini juga sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Ia bersyukur karena hingga akhir 2020 sudah ada 9 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim yang sudah membentuk Puspaga, sehingga pihaknya akan lebih mudah melakukan pembinaan tentang bagaimana seharusnya mengasuh anak.

“Sebanyak 9 kabupaten/kota yang sudah membentuk Puspaga adalah Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, Balikpapan, Bontang, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Sedangkan Kabupaten Mahakam Ulu dalam tahap advokasi,” katanya.

Adanya 9 kabupaten/kota yang telah memiliki Puspaga tersebut, maka kini Kaltim memiliki 10 Puspaga, karena untuk tingkat provinsi sudah terbentuk Puspaga sejak tahun 2019.

Puspaga merupakan layanan satu pintu keluarga berbasis hak anak, untuk memberikan solusi bagi orang tua, anak, dan keluarga dalam menghadapi permasalahan pada langkah pertama berupa pencegahan kekerasan.

Puspaga, lanjutnya, merupakan bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator DKP3A Kaltim, sebagai wujud kepedulian negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga.

“Puspaga memilih tenaga profesional yang menjalankan program pengasuhan, keterampilan melindungi anak, meningkatkan partisipasi anak, hingga penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga,” ujar Noryani. [Ant]

Lihat juga...