Jubir Satgas Covid-19 Sikka Minta Warga Berhenti Pesta
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Meningkatnya pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diakibatkan oleh masih banyaknya penyelenggaraan pesta baik pernikahan maupun pesta lainnya yang mengakibatkan kerumunan orang.
“Kita mengharapkan warga agar jangan menggelar pesta yang mengumpulkan banyak orang,” pinta Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Jumat (25/6/2021).

Clara mengatakan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sudah bertemu dengan Uskup Maumere untuk menyampaikan agar kalau bisa tidak ada pesta terlebih dahulu.
Ia sebutkan, pesta semakin banyak dan pelaku perjalanan pun mengalami peningkatan sehingga berdampak terhadap meningkatnya pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sikka.
“Kasus Covid-19 meningkat selama 10 hari terakhir akibat meningkatnya aktivitas pesta yang digelar masyarakat dan mengakibatkan kerumuman orang. Kami mengimbau aktivitas pesta sementara dihentikan,” ujarnya.
Clara menambahkan, warga diminta untuk melaksanakan 6 M secara ketat yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, membatasi mobilisasi dan menghindari makan bersama.
Sejauh ini sebutnya, reagen masih cukup dan pihaknya terus mengontrol setiap hari dan berharap agar kasus positif Covid-19 bisa turun.
“Hari ini ada satu orang yang meninggal berasal dari Kecamatan Doreng. Pasien masuk ke RS Santo Gabriel Kewapante dengan keluhan sesak napas dan setelah dilakukan tes rapid antigen hasilnya positif. Umurnya pun sudah tua,” ungkapnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menambahkan, pasien pun pulang ke rumah sehingga tim Covid-19 melakukan edukasi kepada keluarga dan menjemput pasien.
Dia menambahkan, pasien dijemput lalu dibawa menjalani perawatan insentif di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere hingga meninggal dunia, karena terlambat ditangani.
“Kita sudah bentuk tim treking di setiap kecamatan sehingga ketika ditemukan ada warga yang positif tim langsung melakukan treking kontak erat,” ucapnya.
Camat Kangae, Yohanes E. Satryawan mengatakan, kasus positif Covid-19 di wilayahnya mengalami peningkatan drastis karena adanya pesta yang banyak digelar masyarakat.
Yohanes pun telah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala desa di wilayahnya agar untuk sementara waktu tidak memberikan izin keramaian termasuk pesta kepada warganya.
“Nanti bulan Juli ini ada Sambut Baru atau Komuni Suci Pertama pada sebuah gereja di Kangae. Kami bersyukur akhirnya acaranya dibatalkan dan ditunda mengingat ada peningkatan kasus Covid-19 di Kangae,” ungkapnya.
Data yang diterima dari Satgas Covid-19 menyebutkan, hingga tanggal 25 Juni 2021, jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 19 orang.
Tahun 2020 terdapat 4 kasus kematian dimana 2 kasus positif Covid-19 dan 2 kasus lainnya probable. Sementara tahun 2021 hingga tanggal 25 Juni 2021 terdapat 15 pasien meninggal dunia.
Sebanyak 9 pasien meninggal dunia positif Covid-19 dan sisanya 6 pasien lainnya berstatus probable. Semua pasien dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di kelurahan Urun Pigang, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.