Warga Pesisir Desa Nobo di Flotim Mulai Sadar Pentingnya Bakau
Editor: Koko Triarko
LARANTUKA – Penanaman bakau yang dilakukan warga dan anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, membuat pepohonan kelapa di pesisir pantai terhindar dari abrasi.
“Kalau tidak ada bakau, air laut akan terus menggerus pesisir pantai. Banyak pohon kelapa yang sudah tumbang dan kalau tidak ada bakau, maka pohon kelapa di pesisir pantai semuanya bisa tumbang,” kata Vinsensius Litan Witi, warga Desa Nobo, saat dihubungi Rabu (5/5/2021).
Sius, sapaannya, menjelaskan abrasi terjadi setiap tahun. Apalagi saat musim kemarau dan terjadi gelombang besar sejak Desember hingga Maret atau April, yang menggerus wilayah pesisir.

Disebutkannya, adanya bakau menyelamatkan kelapa dari ancaman abrasi dan tumbang, sebab sudah banyak pohon kelapa yang berada di pesisir tumbang.
Ia menambahkan, sejak ada tanaman bakau membuat kelapa yang dulu tidak berbuah lebat dan ukuran buahnya kecil, kini sudah berbuah lebat dan ukuran buahnya pun lebih besar.
“Bakau menyelamatkan tanaman kelapa yang berada di pesisir pantai di desa kami. Saya bersyukur, dengan menanam bakau bisa memberi manfaat bagi warga lainnya yang mempunyai tanaman kelapa di pesisir pantai,” ucapnya.
Menurut Sius, sejak ada manfaat bakau yang diperoleh, warga pun tidak lagi mencabut atau menebang tanaman bakau yang sudah ditanamnya dan tumbuh di pesisir pantai Desa Nobo.
Dia mengaku menyesalkan aksi warga merusak tanaman bakau. Sebab bila tidak dirusak, maka pesisir pantai di Desa Nobo semuanya sudah menjadi hutan bakau.
“Warga dahulu mengaku kesulitan mendaratkan perahu mereka ke pesisir pantai setelah selesai melaut, karena terhalang tanaman bakau. Ini yang membuat mereka menebang atau mencabutnya waktu itu,” ucapnya.
Kepala Desa Nobo, Petrus Kikung Witi, pun mengakui warga desanya kini sudah mulai sadar dengan adanya tanaman bakau di pesisir pantai, karena bisa membuat rumah dan tanaman mereka di pesisir pantai aman dari terjangan abrasi.
Petrus menyebutkan, warga desanya pun kini tidak lagi merusak tanaman bakau yang ditanam, meskipun belum semuanya mau terlibat untuk ikut serta menanam bakau di pesisir pantai desanya.
“Kita akan membuat program penanaman bakau, agar setiap tahunnya bisa dilakukan penanaman bakau. Kita juga sedang mempersiapkan kalau bisa ada peraturan desa soal penyelamatan laut dan wilayah pesisir pantai,” ungkapnya.
Wilayah pesisir pantai di sebelah timur kantor Desa Nobo, banyak tanaman kelapa yang berada di pesisir pantai tumbang dan menyisakan batang pohon dan akarnya.
Hanya ada beberapa rumpun saja tanaman bakau di pesisir pantai Desa Nobo dengan jumlah yang hanya puluhan pohon saja, di mana hanya beberapa pohon yang memiliki tinggi sekitar 2 meter.