Studio Alam Gamplong di Sleman Miliki Spot Instagenic Baru
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Objek wisata Studio Alam Gamplong di Desa Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, menambah sejumlah fasilitas baru guna menyambut para wisatawan selama masa libur lebaran tahun ini. Selain memperpanjang jalur rute layanan kereta wisata, pihak pengelola juga telah menyiapkan satu blok zona baru dengan puluhan spot foto yang instagenic bagi para pengunjung.
“Menyambut libur lebaran ini kita telah melakukan sejumlah renovasi. Diantaranya menambah sebanyak 6 unit toilet, merenovasi musala, hingga membangun zona baru berupa Benteng Van Donker. Termasuk juga menambah jalur trek kereta wisata dari semula 200 meter menjadi total sepanjang 276 meter,” ujar pengelola objek wisata Studio Alam Gamplong, Hafiz Kurniawan, Minggu (9/5/2021).
Hafiz mengatakan, sejumlah renovasi ini dilakukan guna memberikan pelayanan lebih maksimal pada para pengunjung, yang diperkirakan akan meningkat hingga 2 kali lipat di momen libur lebaran. Dengan adanya sejumlah renovasi serta penambahan wahana ini diharapkan pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Menempati lahan seluas 2 hektare, Studio Alam Gamplong, sering disebut-sebut sebagai Hollywood-nya Yogyakarta. Hal itu tak mengherankan mengingat tempat ini sebenarnya merupakan lokasi pengambilan gambar sejumlah film terkenal yang disutradarai Hanung Bramantyo.
Di tempat inilah, sejumlah film kondang seperti Sultan Agung : The Untold Love Story, Bumi Manusia, hingga Habibie Ainun 3, dilakukan pengambilan gambar. Yakni dengan memanfaatkan replika bermacam komplek tata bangunan. Mulai dari zona Kolonial Belanda, kampung Jawa Mataram, kampung Pecinan, rumah kumuh, rumah Anelis, rumah Ainun, hingga rumah galeri antik, dan sebagainya.
“Ada ratusan spot foto menarik yang sangat instagenic di sini. Termasuk spot baru berupa Benteng Van Donker. Spot ini dibangun untuk menggantikan spot sebelumnya yakni Benteng Van Den Burg. Sebenarnya ada satu lagi spot baru berupa Joglo. Namun karena film yang mengunakan lokasi ini belum rilis, maka spot ini juga belum dibuka untuk umum,” katanya.
Menurut Hafiz hingga saat ini Studio Alam Gamplong, memang masih rutin dimanfaatkan untuk keperluan syuting film karya Hanung Bramantyo. Hanya saja, di luar keperluan syuting, kawasan tersebut diserahkan pada kelompok pemuda karang taruna Desa Gamplong untuk dikelola sebagai tempat wisata.
“Memang awalnya tempat ini dibangun hanya untuk keperluan syuting film Mas Hanung. Namun karena banyak artis pemain film terkenal yang iseng foto di sini dan di-upload di medsos, akhirnya banyak orang yang penasaran dan tertarik datang ke sini. Dari situlah Mas Hanung menyerahkan pengelolaan lokasi ini (kepada) para pemuda karang taruna sebagai tempat wisata. Hingga sekarang,” bebernya.
Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi tahun 2018 lalu, kawasan Studio Alam Gamlong ini pun berkembang menjadi desa wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta. Ratusan hingga ribuan pengunjung datang ke tempat ini setiap harinya.
Selain mampu menyerap lapangan kerja baru, keberadaan Studio Alam Gamplong ini juga mampu menggerakkan ekonomi sekitar. Hal itu dibuktikan dengan tumbuhnya sejumlah potensi desa, mulai dari produk-produk kuliner, produk kerajinan, hingga beragam kesenian musik, dan lainnya.
“Studio Alam Gamplong sebagai magnet desa wisata Gamplong harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kesejahteraan warga desa. Sehingga potensi yang dimiliki warga desa juga bisa terangkat yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.