Seperti ini Cara Pembuatan Pupuk Kompos Bokashi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Pupuk organik kaya akan Sumber Hayati (bokashi), merupakan pupuk yang dibuat dari fermentasi bahan-bahan organik seperti sekam, dedaunan, serbuk gergajian, jerami, kotoran hewan dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut difermentasikan dengan bantuan mikroorganisme aktivator, yang mempercepat proses fermentasi.
“Pupuk bokashi dapat memperbaiki struktur tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus. Di satu sisi, pupuk bokashi ini juga bagus bagi lingkungan, karena seluruhnya menggunakan bahan organik atau limbah organik,” papar Rengga Kharisma Pratama, perwakilan dari Kelompok Tani (KT) Konco Tani Legoksari Makmur, sebagai produsen pupuk kompos bokashi hingga humus bambu di Kota Semarang, Rabu (5/5/2021).
Dipaparkan, petani atau masyarakat pun dapat membuat sendiri pupuk bokashi, karena prosesnya mudah, bahan baku juga banyak tersedia.
“Bahannya pupuk kandang, unsur Nitrogen, mempercepat pertumbuhan pada tanaman dan sumber mikroorganisme, humus bambu, batang pohon pisang mewakili pospor, untuk memperkuat pembungaan dan pembuahan agar tidak rontok,” terangnya.
Kemudian daun-daunan mewakili unsur kalium seperti daun petai cina, lamtoro, kacang-kacangan. Ini bagus untuk membantu proses fotosintesis. Termasuk juga jerami atau sekam, untuk membantu sirkulasi udara dalam tanah atau media tanam agar tidak padat. Selanjutnya bekatul, untuk nutrisi tambahan bakteri positif.
“Jangan lupa kapur dolomit, untuk mengurangi keasaman. Kalau terlalu asam, akar tanaman bisa mudah busuk. Ini untuk mengurangi resiko tersebut. Kapur dolomit juga bisa diganti dengan abu sisa pembakaran daun-daunan,” tambahnya.
Sementara, untuk starter bisa menggunakan campuran mikroorganisme, yang berfungsi untuk mempercepat fermentasi dikenal sebagai effective microorganism (EM). Penggunaan EM tidak hanya mempercepat proses fermentasi tetapi juga menekan bau yang biasanya muncul pada proses penguraian bahan organik.
“Jika ingin praktis bisa menggunakan EM4, yang sudah banyak dijual dalam kemasan botol. Bisa langsung digunakan. Namun jika ingin membuat starter sendiri juga bisa, menggunakan fermentasi air leri atau bekas cucian beras, tetes tebu dan mikroba tanah atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang juga bisa dibuat sendiri,” terangnya.
Cara membuatnya, seluruh bahan baku setelah dicacah, dicampurkan kedalam wadah plastik, kemudian ditutup rapat. “Pastikan seluruh bahan tercampur bersama cairan starter. Perlu dijaga kelembabannya, cara mengeceknya mudah. Kalau dikepal bahan tersebut bisa padat, namun kalau disentil bisa langsung terburai,” ungkapnya.
Jika sudah, wadah plastik berisi bahan bokashi tersebut ditutup rapat dan disimpan di tempat yang gelap atau teduh, selama 21 hari. “Selama proses ini, tidak boleh kena sinar matahari, air hujan atau bahkan sinar lampu. Tujuannya agar proses fermentasi bisa optimal,” tegasnya.
Terpisah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tembalang Dinas Pertanian Kota Semarang, Rahasya Kencana S, S.Pt, menuturkan pupuk kompos bokashi memiliki banyak manfaat bagi tanaman pertanian dan perkebunan.
“Kita sebagai PPL, juga terus mendorong penggunaan pupuk organik ini, dapat digunakan dalam pertanian tanaman pangan. Misalnya beras organik. demikian juga dalam pertanian atau kebun sayuran, yang saat ini banyak dilakukan oleh para ibu-ibu di Kota Semarang,” terangnya.
Terlebih pembuatan pupuk organik tersebut, dapat memanfaatkan limbah organik dari rumah tangga, misalnya sisa sayuran, buah-buahan, air cucian beras dan lainnya.
“Termasuk kita dorong setiap rumah tangga, bisa memanfaatkan pembuatan pupuk organik ini. Dapat diolah menjadi kompos, kompos tersebut bisa menjadi media tanam untuk menanam sayur mayur seperti cabai terong sayur mayur lainya,” ungkapnya lagi.
Tidak hanya produk pertanian yang dihasilkan lebih sehat, karena menggunakan bahan organik, mereka juga dapat menghemat pengeluaran karena bisa memanfaatkan hasil kebun sendiri.
“Jadi dalam sekali dayung, 2-3 pulau bisa terlampaui. Sampah organik berkurang, dapat menghasilkan kompos, kompos dapat digunakan sebagai media tanam yang bagus untuk tanaman,” pungkasnya.