Satgas: Tinggal dalam Satu Komunitas Penyebab Kasus Covid-19 di Sikka Tinggi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
MAUMERE — Tingginya angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diakibatkan karena banyaknya siswa yang tinggal dalam satu komunitas, seperti yang terjadi di Sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere.

“Kalau tinggal dalam satu komunitas, satu saja yang positif maka sangat mungkin akan menularkan kepada yang lain,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan El Tari Maumere, Jumat (7/5/2021).
Clara mencontohkan, kasus Covid-19 di Sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere dimana satu saja positif Covid-19 mengakibatkan 206 lainnya ikut tertular.
Disebutkan, memang sulit kalau berada dalam satu komunitas apalagi di sekolah tersebut semua siswanya tinggal di asrama sehingga membuat kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka meningkat tajam.
“Total 206 yang positif dimana saat tes pertama ditemukan 172 orang yang positif Covid-19 dan saat tes kedua terdapat 34 siswa lagi yang positif,” sebutnya.
Clara menyebutkan, pihaknya akan melakukan tes lagi sampai tren positif menurun sehingga besok, Sabtu (8/5/2021) akan dilakukan tes lagi karena ada siswa yang sudah habis masa karantinanya.
Dijelaskannya, upaya yang dilakukan Satgas Covid-19 yang memindahkan siswa yang positif sehingga yang tersisa di sekolah BSB hanya siswa yang sudah selesai karantina dan yang negatif.
“Siswa yang masih positif Covid-19 akan dipindahkan ke lokasi karantina terpusat milik pemerintah. Sementara itu siswa SMK John Paul II Maumere sebanyak 9 orang sudah dinyatakan negatif dan sudah dipulangkan dari lokasi karantina,” jelasnya.
Clara menambahkan, meskipun dilakukan karantina namun penjagaan tetap diperketat dimana yang bisa masuk dan keluar komplek hanya petugas kesehatan dan staf BPBD Sikka yang mengantar berbagai perlengkapan dan konsumsi.
Ia menjelaskan, sesuai surat edaran Bupati Sikka maka satu saja siswa di sekolah yang positif maka sekolah tersebut ditutup sementara selama 2 minggu.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini memaparkan, kasus yang terakhir di SD Inpres Wairklau Maumere dimana ditemukan satu murid positif dan setelah ditelusuri ditemukan 5 murid lainnya juga positif.
“Selama ini para siswa tidak mengalami gejala parah hanya ada yang mengalami gejala demam, batuk dan flu. Tidak ada yang dirawat di rumah sakit dan hanya menjalani karantina karena daya tahan tubuh para siswa masih bagus,” terangnya.
Clara mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat seperti selalu memakai masker secara benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK John Paul II Maumere, RD. Fidelis Dua menyebutkan, sebanyak 9 siswa di sekolahnya telah dinyatakan sembuh dan diantar pulang oleh Satgas Covid-19.
Romo Fidel menjelaskan, sebanyak 9 siswa tersebut juga diberikan surat keterangan dari Satgas Covid-19 yang menyatakan bahwa masa karantina terpusat sudah berakhir dan mereka semua dinyatakan sembuh setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Selama karantina mereka mengaku merasa baik-baik saja dan menjalankan aktifitas di lokasi karantina seperti biasa. Mereka mendapatkan pelayanan yang baik dari Satgas Covid-19,” ungkapnya.