Pengungsi di Posko MAN 1 Flotim Minta Dibangunkan Hunian Sementara
Editor: Koko Triarko
LARANTUKA – Pengungsi di Posko MAN 1 Flores Timur yang berada di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meminta pemerintah segera menyiapkan hunian sementara bagi para pengungsi.
“Para pengungsi di Posko MAN1 Flores Timur minta pemerintah segera menyiapkan hunian sementara, karena gedung sekolah akan dipakai untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Koordinator Posko Pengungsi MAN1 Flores Timur di Waiwerang, Muhammad Soleh Kadir, saat dihubungi, Rabu (5/5/2021).
Soleh Kadir menyebutkan, awalnya pengungsi dijanjikan akan dipindah ke perumahan di Purinara, tapi pilihan ini tidak terlaksana karena perbaikannya memakan waktu lama.

Dia menambahkan, pemerintah pun memutuskan untuk memindahkan pengungsi sementara waktu ke SMAN 1 Riangbunga, tapi beberapa pengungsi menolak karena aksesnya terlalu jauh.
“Tempatnya juga tidak di dekat jalan dan tidak ada jalur angkutan umum, sehingga pengungsi kesulitan transportasi. Alat transportasi mereka seperti sepeda motor sudah rusak dan hilang terbawa banjir bandang,” ujarnya.
Selain itu, tambah Soleh Kadir, pengungsi keberatan karena akses ke sekolah dan perkantoran juga jauh, sehingga anak-anak pengungsi pasti akan kesulitan untuk ke sekolah.
“Para pengungsi akhirnya memilih menyewa kamar kos atau tinggal sementara di rumah-rumah anggota keluarga mereka, agar bisa lebih mudah dalam beraktivitas,” ucapnya.
Soleh Kadir menyesalkan lambatnya langkah yang diambil pemerintah daerah dalam menangani pengungsi, sebab masa tanggap darurat telah berakhir pada 1 Mei, dan gedung sekolah MAN 1 Flores Timur akan dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia juga menyesalkan pendataan rumah yang terdampak bencana, sebab Waiwerang memiliki jatah pembabgunan rumah 100 unit. Tapi, yang didata hanya 83, sehingga masih banyak warga yang terdampak.
“Kasihan banyak pengungsi yang rumahnya rusak, tapi belum didata. Harusnya semua rumah yang terkena dampak didata untuk mendapatkan bantuan,” sesalnya.
Camat Adonara Timur, Damianus Lamawuran, kepada media menjelaskan hingga saat ini Bupati Flores Timur selalu mengingatkan tim terpadu untuk tetap memastikan kondisi para pengungsi hingga mereka meninggalkan posko MAN 1 Flores Timur, maupun posko lainnya.
Damianus menyebutkan, sesungguhnya pemerintah telah memberikan perhatian lebih kepada pengungsi di Posko MAN 1 Flores Timur.
“Di posko pengungsi yang lain, warga terdampak secara berangsur meninggalkan posko dan kembali ke rumah atau rumah keluarga mereka,” sebutnya.
Damianus menambahkan, menurut data yang diperoleh timnya di lapangan, diketahui tak semua pengungsi di posko MAN 1 Adonara Timur adalah warga yang terdampak langsung bencana banjir bandang.