PAUD Pelita Hati Harap Pinjam Pakai Lahan Pemda Sikka Bisa Terkabul

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Pendiri PAUD Pelita Hati di di Kelurahan Wairotang, Kota Maumere, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, Maria C. Lilys Supratman saat ditemui di rumah sekaligus lokasi PAUD, Kamis (6/5/2021). Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Proses pinjam pakai lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok, Kota Maumere untuk kepentingan pembangunan sekolah PAUD Pelita Hati diharapkan bisa segera terwujud.

“Saya sudah menemui Bupati Sikka di rumah jabatan dan diminta membuatkan suratnya. Saya sudah membuatnya dan menyerahkannya,” kata Maria C.Lilys Supratman, Kepala Sekolah PAUD Pelita Hati di Kelurahan Wairotang,Kecamatan Alok, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (6/5/2021).

Lilys menyebutkan, setelah suratnya dibuat dan diserahkan dirinya mengharapkan agar bisa segera diproses dan ia pun berjanji akan kembali menemui Bupati Sikka guna menanyakan perkembangannya.

Dirinya juga mengaku akan membuat surat pengajuan pinjam pakai lahan untuk diserahkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sikka guna proses lebih lanjut.

“Untuk pembangunan gedungnya akan kami minta bantuan dari donatur. Memang sudah ada yang mau membantu tetapi persyaratannya harus ada lokasi tanahnya agar dibangun baru,” ujarnya.

Lilys yang juga seorang difabel ini mengakui ada donatur yang mau menyumbang alat-alat peraga dan aneka permainan namun masih menunggu proses pembangunan gedung sekolah.

Ia mengaku nekat melanjutkan sekolah ini agar bisa membantu warga sekitar yang rata-rata tidak mampu, agar anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

“Sekolah ini didirikan oleh orang tua saya tahun 2014 agar bisa membantu anak-anak dari orang tua yang tidak mampu di Kelurahan Wairotang. Saya tidak memiliki pengalaman mengajar,” ujarnya.

Lilys mengaku bersyukur sebab setelah 7 tahun berjalan, dirinya dibantu seorang guru honor yang mendapatkan bayaran dari dana pemerintah sebesar Rp250 ribu sebulan, bisa mendidik anak-anak termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Kita mengharapkan agar bisa diberikan pinjam pakai lahan sehingga bisa membangun gedung permanen agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih baik,” harapnya.

Pemilik PAUD Restorasi,R emigius Nong mengakui pihaknya pun mendapatkan bantuan pembangunan gedung sekolah permanen dari sebuah yayasan di Jakarta yang peduli terhadap pendidikan.

Remi sapaannya menyebutkan, dirinya pun diminta untuk mencari sekolah-sekolah PAUD atau TK yang belum memiliki gedung permanen agar bisa dibantu pembangunannya termasuk menyediakan fasilitasnya.

“Saya diminta mencari sekolah PAUD atau TK yang masih sederhana agar dibantu pembangunan gedung serta disediakan fasilitasnya. Saya sudah sampaikan ke PAUD Pelita Hati tapi masih belum mendapatkan izin pinjam pakai lahan pemerintah,” ujarnya.

Lihat juga...