Inilah Tips Menggemukkan Ternak Sapi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Dalam upaya penggemukan sapi, ternyata bukan hanya pakan yang mengandung karbohidrat yang menjadi penentunya. Tapi makanan tambahan, suplemen, umur sapi, jadwal dan jumlah pemberian pakan serta bobot awal sapi ternyata penting juga untuk diperhatikan.
Peneliti Muda Nutrisi Ternak, Pusat Aplikasi Isotop dan Radioaktif (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Wahidin Teguh, menyatakan, ada beberapa alternatif pakan yang bagus diberikan pada ternak untuk melakukan penggemukan.

“Bisa diberikan sorgum yang berumur 60 hari atau jagung yang masih dalam masa putren. Intinya adalah pakan ternak utama yang kadar karbohidratnya sesuai untuk penggemukan, ditambah dengan pakan tambahan dan suplemen,” kata Teguh dalam bincang online aplikasi teknologi nuklir, Senin (17/5/2021).
Pakan ternak utama yaitu pakan ternak basal, jumlahnya adalah 10 persen dari berat badan sapi.
“Bisa berupa jerami atau rumput, yang asalnya bisa merupakan sorgum atau jagung. Artinya, kalau berat sapinya 300 kg, pakan basalnya harus 30 kg. Atau kalau dalam jerami, yang kadar airnya lebih rendah, sekitar 9-10 kg,” tuturnya.
Selain makanan inti, Teguh menyatakan pemberian makanan tambahan juga harus diberikan secara rutin.
“Jangan pas ada dikasih, lalu setelah itu dibiarkan hingga ada lagi. Kalau memang jadwalnya harus diberikan 1 kg misalnya, ya harus rutin diberikan sesuai dengan jadwal dan takarannya,” ujarnya.
Ia mencontohkan, dalam penelitian percobaan pada jenis sapi Bali, produk makanan tambahan hasil BATAN, Proteplus terbukti berpotensi meningkatkan berat badan sapi sekitar 0,8 kg per ekor per hari.
“Tentunya ada persyaratan supaya bisa mencapai titik tersebut. Antara lain, sapi yang bisa menjalani program penggemukan adalah sapi jantan yang berada dalam rentang umur 1,5 tahun hingga 2 tahun,” ujarnya.
Karena pada umur tersebut, sapi memiliki pertumbuhan optimal dan efisiensi pakan tinggi.
“Sapi yang berumur di bawah 1,5 tahun lebih dominan menghasilkan lemak, sementara yang di atas tiga tahun, pertumbuhannya sudah melambat.
Yang juga harus diperhatikan adalah bobot awal sapi.
“Misalnya, bobot awal sapi 150 kg. Diharapkan bobot sapi bisa meningkat 0,5 kg per hari. Artinya, pakan yang harus diberikan adalah protein kasar 474 gram, Kalsium 16 gram, fosfor 10 gram dan vitamin A adalah 9. Kalau pertambahan yang diinginkan adalah 1 kg per hari, artinya, pakan yang harus diberikan adalah protein kasar 607 gram, Kalsium 27 gram, fosfor 16 gram dan vitamin A adalah 9,” ujarnya.
Kalau berat awal sapi 250 kg, untuk meningkatkan berat badan 0,5 kg per hari yang dibutuhkan adalah protein kasar 623 gram, Kalsium 16 gram, fosfor 14 gram dan vitamin A adalah 13. Kalau ingin meningkatkan berat badan 1 kg per hari yang dibutuhkan adalah protein kasar 760 gram, Kalsium 28 gram, fosfor 19 gram dan vitamin A adalah 14.
“Jangan dibalik. Kita kasih makan segini, lalu berharap naiknya sekian tanpa melihat bobot awal sapi,” ujarnya lebih lanjut.
Dan ia menekankan bahwa jumlah yang dicontohkan tersebut adalah jumlah in-take.
“Artinya itu jumlah yang harus dimakan sapi. Bukan jumlah yang kita berikan pada sapi. Karena terkadang, pakan yang kita berikan tidak dimakan semua. Ada yang terinjak-injak. Atau malah ada yang tidak dimakan yang akhirnya dibuang. Ini jangan dihitung,” tandasnya.
Lalu, ada tambahan pakan suplemen yang perhitungannya adalah 0,1 persen dari bobot badan sapi.
“Pakan suplemen ini merupakan formula dari beberapa bahan pakan dengn nilai nutrisi yang sesuai dengan jenis sapi dan daerah sapi itu dikembangbiakkan,” kata Teguh.
Formulasi suplemen ini, lanjutnya, juga harus disesuaikan dengan jenis sapi dan daerah peternakan.
“Suplemen itu ada yang pakai molase ada yang tidak. Nah itu bisa dipilih mana yang paling sesuai dengan jenis sapi. Karena ada yang cocok dengan molase dan ada yang tidak,” pungkasnya.