PPKM Mikro di Desa Ancolmekar Berjalan Efektif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Sejak dimulai pada 9 Februari 2021 lalu, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung diklaim cukup efektif meningkatkan kedisiplinan masyarakat setempat dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Desa Ancolmekar, Enda Koswanda, mengatakan, hingga saat ini, jumlah pelanggaran prokes di wilayah tersebut terus menurun. Bahkan, dalam sepekan terakhir, tercatat hanya 2 orang yang terbukti melanggar.

“Saat awal-awal kita buat posko PPKM Mikro, jumlah pelanggarannya sangat banyak. Kami tegur dan ingatkan masyarakat secara persuasif, dan ada pula yang kami berikan hukuman. Tapi sekarang pelanggaran itu sudah menurun sangat signifikan,” ujar Enda, Jumat (12/3/2021) di Kantor Desa Ancolmekar.

Enda mengatakan, bahwa pihaknya bekerja dan menjalankan PPKM Mikro ini secara sungguh-sungguh. Setiap warga wajib menggunakan masker ketika keluar rumah, dan tidak diizinkan melakukan kerumunan tanpa menjalankan prokes yang ketat. Jika melanggar, maka akan dijatuhkan hukum.

“Hukuman yang kami berikan itu biasanya push up bagi laki-laki muda. Kemudian menghafalkan Pancasila. Lalu bersih-bersih kantor desa bagi perempuan. Kebanyakan yang melanggar itu laki-laki muda,” terangnya.

Enda mengungkapkan, bahwa sampai saat ini belum ada satu pun kasus terkonfirmasi Covid-19 di Desa Ancolmekar. Hal itulah yang terus dijaga oleh aparatur desa, sehingga pemberlakuan PPKM Mikro tidak sebatas aturan, tapi lebih penting dari itu, untuk menjaga keselamatan warga.

“Kita bersyukur belum ada satu pun kasus di sini. Tentu kita berdoa dan berusaha agar jangan sampai ada. Oleh karana itu kita bersama harus menjaga, mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat kita secara umum,” papar Enda.

Sementara itu, Mamad, salah seorang warga yang menerima hukuman akibat melanggar prokes mengaku kapok setelah mendapat hukuman. Ia pun berkomitmen akan lebih disiplin menjalankan prokes.

“Iya saya akui salah, jadi saya terima hukumannya. Insyaallah setelah ini akan lebih disiplin lagi, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tandasnya.

Mamad juga menilai, kegiatan PPKM Mikro sebagai suatu upaya baik dari pemerintah yang patut mendapat dukungan dari masyarakat seluruhnya, terutama di Desa Ancolmekar.

“Memang kalau saya rasa orang sekarang banyak yang nggak peduli lagi sama corona. Kita juga jujur saja, capek dengan situasi seperti ini. Tapi iya sebagai warga, kita nurut ajalah. Semoga segera hilang ini virusnya,” pungkas Mamad.

Lihat juga...