Mencicipi Pindang Tempoyak Khas Palembang di Bekasi
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Banyak kuliner khas Nusantara yang bisa dinikmati di berbagai perkotaan tidak perlu ke daerah asalnya. Salah satunya seperti pindang tempoyak khas Palembang, bisa ditemukan di Bekasi, Jawa Barat.
Saat ini, banyak warung kuliner menyajikan makanan khas asal masing-masing di Kota Bekasi, seperti Makassar, Palembang, Lampung dan lainnya. Termasuk kuliner pindang tempoyak khas Palembang.
“Pindang tempoyak khas Palembang ini adalah kudapan yang mudah dibuat sebenarnya. Tapi bahan bakunya yang harus didatangkan dari Sumatera Selatan atau Lampung,” ujar Diana, orang asli Palembang ditemui Cendana News di wilayah Gabus Bekasi Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (13/3/2021).

Dikatakan untuk bahan baku utama ikan, bisa disesuaikan selera seperti ikan mas, ikan patin atau lainnya. Tapi kalo di Sumsel biasanya pindang tempoyak ikan Baung, ikan air tawar tersebut susah ditemui di Bekasi.
Ikan tersebut lanjutnya diolah dengan fermentasi durian yang disebut tempoyak. Sehingga kuahnya akan memiliki rasa khas, seperti rasa asam, pedas tapi menyegarkan.
“Yang hobby dan mampir biasanya orang Sumatera biasa dari Sumatera Bagian Selatan meliputi Lampung, Bengkulu, Jambi atau Palembang sendiri. Bahkan ada juga orang Bangka,” ungkap Diana.
Bahkan Diana kerap mendapat pesanan misal kumpul keluarga dari Sumatera Selatan. Tapi pindang tempoyak lengkap dinikmati dengan sambal matah dipadu lalapan seperti jengkol muda, Pete atau dedaunan lainnya.
Adapun bahan baku pindang tempoyak khas Palembang, selain ikan dan tempoyak ada lagi seperti sereh, cabai rawit, dan daun kemangi. Untuk tempoyak nya disesuaikan dengan selera karena kuahnya akan mengental jika terlalu banyak.
Semua bahan baku tersebut masukkan dalam satu kuali, dan setelah air mendidik masukkan ikan yang telah di beri bumbu lainnya. Untuk menambah kenikmatan pindang tempoyak khas Palembang bagus dihidangkan saat panas.
Toha, penyuka pindang tempoyak mengaku di kampungnya di wilayah Lubuklinggau, pindang tempoyak biasanya menjadi makanan keluarga saat berkumpul. Di samping pindang tempoyak juga pepes tempoyak.
“Kalo di perantauan begini untuk makan khas bisa dilakukan ditempat tertentu. Atau berkumpul dengan sesama warga Sumatera Selatan di Bekasi. Kalo saya isteri orang Tasik, ga ketemu disuruh masak pindang tempoyak,” jelasnya.
Bahkan orang Jawa Barat, heran kok ikan disayur seperti itu. Sehingga jadinya seperti bubur ikan. Karena saat dipindang dengan tempoyak maka kuahnya mengental mirip dengan bubur padat dan ikan jika kelamaan lepas dari tulangnya.