Klaster Ziarah Kembali Muncul di Kabupaten Banyumas
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Klaster ziarah kembali muncul di Kabupaten Banyumas dari kalangan masyarakat yang baru melakukan ziarah ke Jawa Timur. Bupati Banyumas meminta agar masyarakat membatasi kegiatan keluar daerah, guna mencegah munculnya klaster-klaster kembali.
“Meskipun angka positif Covid-19 sudah mulai menurun, tetapi belum hilang sepenuhnya. Saya meminta agar masyarakat tetap membatasi kegiatan di luar rumah, apalagi untuk keluar daerah. Jika memang masih bisa ditunda dan tidak terlalu mendesak, lebih baik ditunda terlebih dahulu,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Senin (8/3/2021).
Bupati menegaskan, pihaknya tidak mau kecolongan, jika sampai bermunculan klaster-klaster lagi di Banyumas. Sebab selama satu bulan terakhir, penambahan kasus positif maupun korban meninggal karena Covid-19 sudah jauh berkurang.
Terkait klaster ziarah ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, ada rombongan dari warga Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas yang melakukan ziarah ke Jawa Timur. Sepulang dari ziarah, langsung dilakukan pemeriksaan dan swab test, hasilnya 9 orang dinyatakan positif.
Menurut Sadiyanto, ada 45 orang yang melakukan ziarah. Saat dilakukan pemeriksaan pertama, terdeteksi 6 orang peziarah positif Covid-19. Selang satu hari kemudian, jumlah yang positif bertambah 3 orang, sehingga total ada 9 orang positif.
“Ada 45 orang peziarah yang dilakukan swab test dan hasilnya ada 9 orang positif. Sedangkan sisanya, sebanyak 36 orang saat ini masih menjalani isolasi mandiri,” jelasnya.
Lebih lanjut Kadinkes mengatakan, ia berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Kabupaten Banyumas. Meskipun secara umum ada kecenderungan kasus Covid-19 menurun dalam sebulan terakhir, namun diimbau warga untuk tidak bepergian keluar daerah, terlebih jika jauh dan masuk ke wilayah yang kasus Covid-19 nya masih tinggi.
Jika terpaksa harus bepergian karena kepentingan yang mendesak, Sadiyanto meminta masyarakat untuk menerapkan 5 M sepanjang perjalanan hingga pulang ke rumah. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.
“Sebisa mungkin patuhi 5 M dimanapun berada, apalagi jika bepergian keluar daerah, jangan sampai usaha kita yang sedang maksimal memutus penyebaran Covid-19 menjadi sia-sia, karena kembali bermunculan klaster-klaster lama yang sebenarnya kita sudah selesai dan sangat bisa untuk dicegah. Hanya butuh kesadaran bersama untuk saling menjaga sementara waktu ini,” pesannya.