Kesegaran Wedang Cemoe Khas Madiun di Lapak UMKM Bojongsari

Editor: Makmun Hidayat

DEPOK — Berkunjung ke Kota Depok, tidak ada salahnya mampir di wilayah Sawangan Hill, wilayah Kelurahan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, untuk menikmati wedang cemoe khas Madiun yang kaya rempah.

Untuk membangkitkan kenangan kampung halaman dari daerah asal, Jaka Yunanto, seorang pedagang di Lapak Kuliner Sawangan Hill, Bojongsari, Depok menghadirkan minuman cemoe. Keunikannya pun sesuai dengan cuaca wilayah Sawangan berbatasan langsung dengan Bogor menjadikannya cocok untuk dinikmati saat malam.

Cemoe, hampir mirip dengan wedang ronde, tapi bahan bakunya tidak menggunakan susu, melainkan santan dari satu kelapa tua yang direbus bersama aneka rempah, seperti jahe, kayu manis dan rempah lainnya. Sehingga saat dihidangkan aroma rempah begitu menyengat dan membuat kehangatan tubuh saat menikmatinya menjadi berkeringat.

“Keunikan lain cemoe khas Madiun ini, karena ada taburan bawang goreng, sebagai syarat selain garam asal seruput untuk menambah rasa,” kata Jaka Yunanto, kepada Cendana News, di lokasi Sawang Hill, Bojongsari, Sabtu (13/3/2021) .

Jaka Yunanto, penjual wedang cemoe khas Madiun di komplek Sawangan, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (13/3/2021). -Foto M. Amin

Di lokasi kuliner yang memanfaatkan lahan di pintu masuk komplek Sawangan Hill diubah menjadi lapak aneka kuliner tersebut, selain terdapat wedang cemoe, juga ada kuliner mie ayam wareg, nasi goreng, kopi khas Makassar dan lainnya.

Kepada Cendana News para pedagang di lokasi tersebut, mengakui memanfaatkan lahan di lokasi itu salah satu cara mereka untuk mendapatkan penghasilan di tengah deraan pandemi Covid-19. Hingga akhirnya berinisiatif membangun lapak secara swadaya.

“Alhamdulillah, pengunjung ada saja, hanya sekadar mampir untuk menikmati sajian kuliner, seperti cemoe. Banyak juga yang penasaran karena ini minuman khas,” ungkap Jaka.

Ada pun cemoe, dijelaskan memiliki isian bahan baku, roti tawar dipotong kecil, mutiara, kacang goreng, sama daging kelapa yang sudah dikeringkan dipotong kecil. Sehingga ada rasa kenyal saat dinikmati setelah di kasih santan yang telah bercampur aneka rempah.

Sehingga jika orang dari luar yang belum pernah menikmati cemoe, pasti bertanya kenapa ada aroma bawang goreng, manisnya agak asin. Untuk bawang goreng, Jaka mengaku hanya ditaburi sedikit, untuk menambah aroma.

Cara penyajiannya pun unik, karena diletakkan di dalam mangkok. Jaka mengatakan biasanya di meja ia menjual tempe bacem sebagai menu pelengkap saat menikmati cemoe. Harganya pun relatif murah hanya Rp6000 satu mangkok.

Dadan Hamdani, pedagang mie wareg di lokasi tersebut, menambahkan lapak kuliner yang dibuat di depan komplek Sawangan Hill Bojongsari, baru dibangun awal tahun, diinisiasi pelaku UMKM yang tergabung dalam Bosama.

“Di lapak ini kuliner ini selain menikmati cemoe khas Madiun, ada juga kopi, mie, nasi goreng dan lainnya. Semua pedagang adalah warga sekitar,” ujar Dadan seraya mengaku melalui lapak tersebut sangat membantu pelaku UMKM untuk berpenghasilan di tengah pandemi.

Lihat juga...