Aliran Sungai di Jawa VII Dekat Unej Dipenuhi Sampah
Editor: Makmun Hidayat
JEMBER — Aksi membuang sampah sembarangan di titik aliran sungai yang berdekatan dengan kampus Universitas Jember dan perumahan warga di lingkungan Jalan Jawa VII, Sumbersari, Jember, masih acap terjadi hingga lambat laun sampah pun terus menumpuk. Tak hanya mengganggu pandangan, namun juga mencemari sungai.
Berdasar pantauan Cendana News, aliran sungai dijadikan tempat pembuangan akhir bekas sampah produksi rumah tangga, sebagian juga hasil produksi sampah dari beberapa warung pedagang kaki lima.
Joko, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, mengatakan, orang membuang sampah di aliran sungai tersebut masih sering terjadi hingga sekarang. Namun ia tidak tahu siapa yang membuang sampah.
“Saya di sini rasa-rasanya setiap hari melihat orang membuang sampah. Kadang datang mengendarai kendaraan, ada juga yang jalan kaki membawa kantong plastik berisi sampah, sampai di jembatan berhenti, sampahnya dilempar ke bawah. Setelah itu langsung pergi. Padahal saya ada di sini,” kata Joko yang bekerja sebagai tukang sol sepatu, kepada Cendana News di Jember, Rabu (24/2/2021).

Joko menambahkan, dirinya tidak tahu mengapa orang bertindak buang sampah sembarangan ke sungai. Aksi buang sampah tersebut, sering Joko jumpai pada waktu subuh dimana keadaan masih agak gelap.
Kesadaran orang untuk menjaga daerah aliran sungai masih rendah. Kadangkala walaupun dilarang masih sering terjadi dengan mencuri-curi waktu dan sekali ada kesempatan tetap saja dilakukan.
“Pernah beberapa hari yang lalu saya menegur orang yang melempar sampah ke sungai, responnya malah saya disinisin, gak jawab apa-apa terus yang bersangkutan langsung pergi begitu saja. Setelah itu saya mau negur lagi jadi gak kepikiran, karena saya kan jualan di sini sebagai pendatang juga,” ujarnya.
Bagi Joko yang ditinggal di sekitar lokasi, mengaku sudah terbiasa dengan keadaan bau sampah yang menumpuk di aliran irigasi air menuju ke sungai bawah. Namun, ia juga tidak tinggal diam.
“Bukan saya mencurigai orang lain, cuman kan bisa di ketahui dari sisa sampah yang menumpuk. Waktu itu sisa sampah dari pedagang sekitar sini. Saya tegur, kalau buang sampah jangan di sini,” tambahnya.
Terpisah, Sigit Boedi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, mengatakan, tidak dipungkiri masyarakat masih sering menjadikan bibir sungai sebagai tempat sampah. Kejadian seperti itu tidak hanya dilakukan sekali dua kali atau tiga kali. Pastinya sudah seringkali itu dilakukan.
Ia menambahkan, sejatinya setiap daerah sudah diberi fasilitas gerobak angkut sampah. Harapannya dapat menjadi media fasilitas angkut sampah yang diambil di rumah-rumah warga.
“Namun tersedianya fasilitas gerobak sampah tidak benar-benar dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Ada yang tidak digunakan, ada yang dibuat mengangkut barang lain dan macam-macam,” ujarnya.
Untuk itu, ke depan, pihaknya mengaku akan melakukan sosialisasi tentang penanggulangan sampah melalui perangkat kecamatan dan desa, agar masyarakat lebih memilih untuk membuang di tempat pembuangan akhir.
“Harapannya kita bisa bersinergi dengan beberapa perangkat di masing-masing daerah,” pungkasnya.