Sebanyak 69 Persen Kasus COVID-19 di Kota Metro Lampung Adalah Klaster Keluarga
METRO – Dinas Kesehatan Kota Metro, Provinsi Lampung menyebut, sebanyak 69 persen kasus COVID-19 berasal dari klaster keluarga. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Metri, per-20 Januari 2021, sebanyak 48 keluarga dengan jumlah 108 orang, telah terpapar virus tersebut.
“Data terakhir memang per-20 Januari, karena pendataan dilakukan dua minggu sekali. Dari data ini, 48 keluarga dengan jumlah 108 orang sudah terpapar COVID-19. Atau 69 persen dari kasus positif di Metro,” kata Juru Bicara Dinkes Metro, dr Redo Akbar, Kamis (28/1/2021).
Klaster terbanyak kedua penularan COVID-19 adalah kantor. Sudah ada tiga kantor terdampak, dengan jumlah terpapar ada 26 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Disusul klaster pesta atau hajatan dengan 18 orang pasien positif. “Kemudian klaster takziah dan pasar masing-masing ada enam pasien. Untuk kafe ada dua yang menjadi penularan dengan tiga pasien,” rincinya.
Saat ini, Kota Metro masuk dalam zona merah, dengan jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 482 orang dengan angka kematian 22 orang. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Sekarang sudah bukan 3M lagi tapi 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan, vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) selesai pada akhir Februari 2021. “Kami targetkanm akhir Februari 2021 vaksinasi bagi tenaga kesehatan dapat tuntas terlaksana dengan baik,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, secara terpisah.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mendorong 15 kabupaten dan kota serta rumah sakit rujukan untuk melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan. “Kami harus bekerja sangat keras untuk menuntaskan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan, sehingga pelaksanaan vaksinasi harus segera dilakukan untuk menjaga tenaga kesehatan kita,” tandasnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Bupati Tanggamus, Dewi Handajani. “Kami targetkan, 1.650 tenaga kesehatan di Kabupaten Tanggamus selesai divaksinasi pada akhir Februari,” ujar Dewi Handajani, secara terpisah.
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan harus segera dilaksanakan, untuk menjaga keselamatan tenaga kesehatan serta masyarakat dari paparan COVID-19. “Vaksin COVID-19 sudah sampai di Tanggamus, besok Senin (31/1/2021) kami lakukan penyuntikan pertama, semoga dengan pelaksanaan vaksinasi dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan vaksin COVID-19, namun protokol kesehatan harus tetap dijaga,” tandasnya.
Jumlah vaksin COVID-19 yang telah didistribusikan ke-15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung mencapai 40.520 vial dosis, dengan target sasaran bagi tenaga kesehatan. (Ant)