Pejabat Pemprov Kaltim Jalani Vaksinasi COVID-19 Kedua

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Muhammad Sa’bani saat menjalani vaksin kedua di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (28/1/2021) – Foto Ant

SAMARINDA – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim, kembali menjalani proses vaksinasi kedua.Penyuntikan dilakukan di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (28/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Padilah Mante Runa mengatakan, ada lima orang pejabat yang disuntik vaksin, diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Muhammad Sa’bani, Ketua IDI Kaltim, dr Nataniel Tandirogang, Wakajati Kaltim, Bambang Bachtiar, Direktur RSUD AW Sjahranie, dr David Hariadi Masjhoer, dan Plt Kepala BPOM, Siti Chalimatus Sakdiyah.

Sedangkan tiga lainnya menjalani vaksinasi di Balikpapan, diantaranya Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak, Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. “Pada vaksinasi tahap pertama ada sebanyak sepuluh orang yang telah mendapatkan vaksin, namun pada tahap kedua ini baru delapan orang yang divaksin, sementara dua lainnya ditunda yaitu Kepala UPTD Rumah Sakit Mata Kaltim Shanty Sintessa dan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltim, Prihatin,” rincinya.

Padilah mengaku bersyukur, prosesi vaksinasi kedua berjalan lancar dan tidak begitu ramai seperti vaksinasi pertama. Padilah mengingatkan, vaksinasi tahap pertama sudah harus selesai pada 31 Januari 2021, sedangkan vaksinasi kedua harus selesai sebelum 21 Februari 2021.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Kamis (28/1/2021), menggelar vaksinasi kedua, yang diikuti sebanyak 41 orang. Mereka yang divaksin adalah, 30 orang tenaga kesehatan dan 11 orang tokoh setempat. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, selain mulai melakukan vaksin yang kedua, pihaknya juga memastikan penyelesaian untuk pemberian vaksin dosis pertama. “Perkembangan tahap satu (dosis pertama) terus konsolidasi, karena ini memang harus benar-benar jeli, tidak mempersulit, termasuk juga harus memastikan vaksin cukup,” katanya.

Jika sesuai dengan target, seharusnya pada Kamis (28/1/2021), pemberian vaksin dosis pertama sudah selesai dilakukan. Oleh karena itu, pihaknya berharap seluruh tenaga kesehatan mengikuti instruksi dari pemerintah terkait vaksin. “Ada yang masih tunda dan ada yang dibatalkan. Kalau tunda karena kondisi kesehatannya, seperti masih pilek atau tekanan darahnya tinggi tetapi kalau yang dibatalkan karena kondisinya tidak memungkinkan divaksin, seperti sedang menyusui atau punya komorbid (penyakit penyerta),” jelasnya.

Dari data yang dipegangnya, hingga Rabu (27/1/2021) masih ada 2.806 tenaga kesehatan yang belum mengikuti vaksin dosis pertama. Terkait hal tersebut, ia meminta setiap tenaga kesehatan segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes). Untuk memastikan vaksin tahap selanjutnya berjalan dengan lancar, pihaknya menambah jumlah faskes untuk pelaksanaan pemberian vaksin COVID-19 di Kota Solo. Jika sebelumnya jumlah faskes yang ditunjuk sebanyak 33 lokasi faskes, ke depan akan ditambah menjadi 38 faskes. “Tahap dua, tiga, dan empat sasaran makin banyak, jadi kami tambah faskes, ada lima tambahan faskes, termasuk ada RS Mata, RS Gigi dan Mulut serta RS Onkologi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...