MUI Serukan Muhasabah Atas Beruntunnya Bencana di Tanah Air

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan segenap anak bangsa untuk muhasabah dan salat gaib, memohon perlindungan kepada Allah SWT atas beruntunnya musibah yang menimpa Indonesia.

Sekretaris Jendral (Sekjen) MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan, musibah berupa bencana alam bertubi-tubi melanda Indonesia pada awal 2021.

Kecelakaan pesawat Sriwajaya Air SJ182 juga mengawali kisah tragis pembuka tahun. Disusul bencana alam menimpa sejumlah wilayah Indonesia.

Di antaranya longsor di Sumedang, Jawa Barat, dengan total korban meninggal dunia 38 orang. Bencana itu juga mengakibatkan 29 rumah rusak, dan ribuan orang mengungsi.

Disusul banjir melanda Kalimantan Selatan yang memporak-porandakan sejumlah kabupaten/kota. Gempa juga melanda Sulawesi Barat dan erupsi gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Atas musibah tersebut, MUI menyerukan segenap anak bangsa untuk melakukan muhasabah nasional, memohon lindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.

“Ini momentum bagi kita semua untuk muhasabah, dalam balutan doa dan juga bahu membahu saling membantu donasi meringankan beban saudara kita yang tertimpa bencana alam,” ujar Amirsyah, dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Selasa (19/1/2021) sore.

Seruan muhasabah ini, menurutnya tidak hanya berlaku untuk umat muslim, tetapi juga umat beragama lainnya. Hal ini penting sebagai ikhtiar, doa dan tawakkal, agar bangsa Indonesia dijauhkan dari marabahaya.

“Muhasabah harus dilakukan secara jernih, diiringi permintaan ampunan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Indonesia sebagai negara beragama, menurutnya sudah sepatutnya selalu mengembalikan berbagai cobaan dan musibah kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Tentu, cara mengembalikannya itu  dengan sikap dan perilaku dari umat manusia yang tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan alam semesta,” katanya.

Dia menilai, bahwa kerusakaan alam di muka bumi ini adalah akibat ulah manusia yang berdampak pada lingkungan. “Kita jujur mengakui, bahwa kerusakan alam ini akibat ulah manusia, hingga keseimbangan alam jadi punah,” tukasnya.

Maka itu, Amirsyah mengimbau umat manusia untuk menghempaskan perilaku tidak terpuji terhadap kelestarian alam.  “Perilaku tidak terpuji merusak alam sudah semestinya segera diakhiri, agar bisa membawa berkah bagi semuanya,” ujar Amirsyah.

Dia juga mengajak segenap umat Islam untuk mendoakan para korban bencana dengan melakukan salat ghaib bagi korban yang meninggal dunia, serta memohon keselamatan untuk bangsa dan negara.

Untuk meringankan beban korban terdampak bencana itu, diharapkan umat Islam dan seluruh elemen bangsa untuk saling bahu-membahu memberikan bantuan.

Lihat juga...