Pandemi Covid-19 Potensi Wisman dari Kapal Pesiar Hilang
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Sebelum pandemi Covid-19, Jateng menjadi salah satu tujuan wisata kapal pesiar yang membawa wisatawan mancanegara (wisman). Tercatat pada 2019 lalu, sebanyak 24 cruise ship yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Tahun 2020 ini, sebenarnya jumlah kapal pesiar yang akan singgah ke Jateng, melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dijadwalkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 26 kapal. Namun akibat pandemi, jadwal tersebut dibatalkan, meski pada awal tahun 2020, sudah ada yang bersandar,” papar Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi saat dihubungi di Semarang, Minggu (6/12/2020).
Kunjungan kapal pesiar terakhir yang merapat ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yakni kapal MV Artania, pada April 2020. Namun seluruh penumpang dilarang turun dari kapal, dan diminta meneruskan perjalanan.
“Umumnya, para wisatawan mancanegara ini, mengunjungi sejumlah obyek wisata sejarah yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya, misalnya Candi Borobudur Magelang, Kota Lama dan Lawang Sewu Semarang, serta Museum Kereta Api Ambarawa,” lanjutnya.
Kini seiring dengan pandemi covid-19 yang masih terjadi, pihaknya belum bisa memprediksi rencana kedatangan kapal pesiar pada 2021 mendatang.
“Potensi kunjungan wisatawan mancanegara, yang merupakan penumpang kapal pesiar memang luar biasa. Sebab mereka ini datangnya, dalam jumlah besar sampai ribuan wisatawan dalam sekali kedatangan. Namun saat ini, kita belum bicara ke arah sana, sebab pemerintah masih fokus pada penanganan pandemi dan program vaksinasi tahun depan,” tandas Sinoeng.
Pihaknya pun masih dalam posisi menunggu perkembangan. Termasuk jadwal kedatangan tiga kapal pesiar pada awal tahun 2021, kemungkinan besar juga dibatalkan.
“Kita tentu akan melihat situasi di Jateng, jika memang belum memungkinkan, tentu tidak kami rekomendasikan. Saat ini belum memungkinkan,” tegas Sinoeng.
Sementara, saat dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, juga menyampaikan hal senada. Saat ini, pihaknya belum mengizinkan ada kegiatan keramaian yang mengundang massa.
“Kalau kapal pesiar itu jumlah wisatawannya mencapai ribuan, tentu akan menimbulkan kerumunan. Sementara, kondisi saat ini masih pandemi covid-19,” terangnya.
Tidak hanya itu, di tingkat lokal, pihaknya sampai saat ini bahkan belum mengeluarkan izin terkait perayaan pergantian tahun atau tahun baru 2021.
“Kita masih melihat kondisi, karena ini sifatnya situasional. Izin penyelenggaraan perayaan pesta tahun baru, belum kita keluarkan. Apalagi angka covid-19 di Kota Semarang masih naik turun,” pungkasnya.