Cegah Covid-19, Enam Obwis di Banyumas Kembali Ditutup
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Sebanyak enam objek wisata yang di bawah pengelolaan Pemkab Banyumas kembali ditutup, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Penutupan kembali objek wisata tersebut sudah dimulai tanggal 26 November lalu dan akan berlangsung hingga tanggal 10 Desember mendatang.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, untuk tahap pertama penutupan kembali objek wisata dilakukan selama 15 hari, setelah itu akan dilakukan evaluasi.
“Dari hasil evaluasi tersebut, baru ditentukan apakah akan dibuka kembali atau ada penutupan tahap kedua, semua tergantung dari perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas,” terangnya kepada Cendana News, Minggu (29/11/2020).

Enam objek wisata yang ditutup yaitu Lokawisata Baturaden, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP), Balai Kemambang, Pemandian Tirta Husada Kalibacin Kecamatan Rawalo, Museum Wayang di Kecamatan Banyumas dan Museum Pangsa Soedirman di Purwokerto. Sedangkan untuk objek wisata yang dikelola pihak swasta ataupun lainnya tetap diperbolehkan untuk beroperasi.
Wakhyono mencontohkan untuk wisata di kawasan Baturaden misalnya, yang ditutup hanya Lokawisata saja. Sedangkan untuk pancuran 7 tetap buka karena dalam pengelolaan Palawi. Begitu juga dengan Wana Wisata, Baturaden Adventure Forest (BAF) dan lainnya.
Sejauh ini, pasca mulai dibukanya sejumlah objek wisata di Kabupaten Banyumas bulan Juni lalu, belum ada klaster wisata atau penularan Covid-19 yang berasal dari lingkungan pariwisata. Namun, pemkab harus mematuhi aturan dan mengedepankan pencegahan penularan Covid-19.
“Sampai hari ini belum ada klaster objek wisata, belum ada laporan penularan Covid-19 di lingkungan objek wisata manapun di wilayah Banyumas, baik yang dikelola pemkab ataupun yang dikelola pihak swasta. Namun, kewajiban pemerintah adalah mengupayakan pencegahan semaksimal mungkin, sehingga kita harus menutup kembali 6 objek wisata yang di bawah pengelolaan pemkab,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelaku wisata di Banyumas, Hendro mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya penutupan kembali objek wisata di Banyumas. Sebab, pembukaan objek wisata belum lama dan belum sepenuhnya bisa bangkit.
“Meskipun yang ditutup hanya objek wisata yang dikelola pemkab, namun bagi pelaku wisata yang membuka jasa biro perjalanan wisata seperti saya, tetap akan sangat berpengaruh. Terlebih Lokawisata Baturaden merupakan salah satu objek wisata andalan yang menjadi tujuan wisatawan dari luar daerah,” ungkapnya.