Setelah Kalahkan Gaethje, Khabib Nurmagomedov Umumkan Pensiun
JAKARTA – Khabib Nurmagomedov, mengumumkan dirinya pensiun sebagai petarung bela diri campuran profesional, setelah mengalahkan Justin Gaethje pada UFC 254, Sabtu (24/10/2020) setempat atau Minggu (25/10/2020) dini hari WIB.
Ia mengakhiri perlawanan Gaethje pada ronde kedua, dengan kemenangan submission. Khabib, menggunakan triangle choke yang membuat petarung AS itu tidak sadarkan diri. Hasil itu sekaligus memperpanjang catatan impresif Khabib menjadi, 29 kemenangan tanpa kekalahan.
Banyak pihak meragukan apakah Khabib yang kini berusia 32 tahun akan mampu tampil baik saat melawan Gaethje, setelah ayahnya, Abdulmanap, tutup usia akibat komplikasi yang disebabkan COVID-19 pada Juli silam. Abdulmanap telah melatih Khabib bertarung sejak usia dini, dan sempat berada di sudutnya (corner) saat Khabib menang atas Dustin Poirier di Abu Dhabi pada September 2019 silam.
“Saya berbicara dengan ibu saya tiga hari yang lalu. Ia tidak ingin saya bertarung tanpa ayah saya, namun saya berjanji kepadanya bahwa ini merupakan pertarungan terakhir saya, dan saya menepatinya, saya harus melakukannya. Inilah pertarungan terakhir saya. Saya hanya menginginkan satu hal dari UFC, Anda memberikan saya petarung pound for pound nomor satu di dunia, karena saya berhak atas hal itu,” kata Khabib di octagon.
Khabib Nurmagomedov memberikan pesan menyentuh setelah mengalahkan Justin Gaethje pada ajang UFC 254 di Abu Dhabi, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB). Khabib yang masih berdiri di atas octagon itu berpesan kepada Gaethje untuk selalu menjaga hubungan baik dengan orang tuanya. “Saya tahu kamu adalah pria hebat. Saya tahu bagaimana kamu menjaga orang-orang terdekatmu. Dekatlah dengan orang tuamu, karena kamu tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok,” ujarnya melanjutkan.
Pesan Khabib tersebut dapat dipahami, sebab dia memiliki hubungan yang sangat erat dengan orang tuanya, terutama ayahnya, Abdulmanap. Sang ayah berperan penting dalam perjalanan karier Khabib di dunia bela diri campuran. Abdulmanap yang melatih Khabib bertarung sejak kecil, dan kerap berada di sudutnya (corner) saat dia menang atas Dustin Poirier di Abu Dhabi pada September 2019.
Kepergian sosok ayah menjadi titik balik tersendiri bagi Khabib. Tak ada lagi yang melatih, mendampingi bepergian untuk duel ataupun sekadar memberikan suntikan semangat di setiap pertarungan. Meski tanpa Abdulmanap, namun Khabib tetap menjalankan rencananya untuk kembali ke Abu Dhabi.
Laga kontra Gaethje menjadi laga perdana Khabib setelah kematian ayahnya. Dia pun memenuhi janjinya untuk menghabisi lawannya dan mempertahankan gelar juara dunia kelas berat ringan. Selain laga perdana, pertarungan tersebut sekaligus menjadi laga terakhirnya sebagai petarung MMA profesional. Dia telah berjanji kepada ibunya yang tak ingin Khabib bertarung tanpa ayahnya. “Terima kasih Ayah untuk segalanya. Kamu mengajarkan saya banyak hal di sepanjang hidup saya,” tulis Khabib dalam akun Twitternya. (Ant)