Penanganan Longsor di Kecamatan Leles Cianjur Menggunakan Alat Berat

Banjir kembali melanda sejumlah desa di Kecamatan Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat, dengan ketinggian 1 meter, tidak hanya banjir, longsor juga kembali melanda Kecamatan Leles, Rabu (21/10/2020) – Foto Ant

CIANJUR – Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membuka kembali jalan penghubung antardesa yang tertimbun longsor di Kecamatan Leles.

Pembukaan jalur dilakukan dengan mempergunakan alat berat, karena panjang dan tebalnya material longsoran yang menimbun jalan. Hal itu terjadi karena, longsor telah terjadi hingga dua kali.  Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan menyebut, tingginya curah hujan dengan intensitas lama di sepanjang dua hari terakhir, telah menyebabkan Sungai Cisokan, yang membentang di Kecamatan Agrabinta, airnya meluap.

Banjir merendam lima rumah warga di Desa Sukamanah dan 63 rumah terancam di Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta. “Saat ini warga diimbau mengungsi, relawan tangguh bencana (Retana) siaga 24 jam, untuk mengimbau dan melakukan mitigasi bencana, ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Untuk warga yang rumahnya terendam untuk sementara mengungsi karena masih tingginya curah hujan,” jelasnya.

Pascakembali banjir dan longsor terjadi di kedua kecamatan, seluruh Relawan Tanggap Bencana (Retana) dan petugas BPBD turun melakukan penanganan cepat, dengan upaya meminimalisir jatuh korban jiwa. Saat ini, sebagian besar wilayah Cianjur masuk ke dalam zona merah bencana tertinggi di Jabar. BPBD Cianjur meminta, warga di kedua wilayah tersebut, segera mengungsi jika hujan turun deras, dengan intensitas tinggi dan lama. Hal itu berpotensi menimbulkan banjir. “Kami sudah imbau warga melalui Retana untuk segera mengungsi guna menghindari jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana,” katanya.

Mengenai material longsor yang kembali menutup jalan penghubung antardesa di Desa Sukamulya, Kecamatan Leles, BPBD Cianjur dibantu alat berat dari Dinas PUPR Cianjur. Petugas masih berusaha menyingkirkan material longsor yang cukup tinggi dan panjang, agar jalan dapat kembali dilalui kendaraan dari kedua arah. Saat ini, aktivitas warga terutama perekonomian terhambat total.

“Kita upayakan alat berat jenis backhoe milik propinsi dapat masuk ke lokasi agar material longsor yang menutup jalan dapat disingkirkan, sehingga jalan dapat dilalui kembali. Kendala saat ini alat berat tersebut sulit menjangkau lokasi karena kondisi jalan yang sempit. Harapan kami proses pembersihan dapat segera dilakukan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...