Piala Fed Akan Berganti Nama Menjadi Piala Billie Jean King

Ilustrasi - Petenis Jepang, Naomi Osaka, pada kualifikasi Fed Cup melawan Spanyol di La Manga Club in Cartagena, 7 Februari 2020 – Foto Dok Ant

JAKARTA – Hampir 60 tahun, setelah Billie Jean King membantu Amerika Serikat (AS) memenangi Piala Fed perdana, turnamen beregu tersebut akan diubah namanya. Nama turnamen diganti menjadi Billie Jean King, untuk menghormati perintis terhebat dalam tenis putri tersebut.

Bersamaan dengan hal tersebut, di tahun ini, sistem turnamen diubah menjadi sepekan putaran final 12 negara. Hal itu untuk menyaingi Piala Davis. “Mulai 2021 akan dikenal sebagai Piala Billie Jean King,” kata Federasi Tenis Internasional (ITF) dalam satu pernyataan, Kamis (17/9/2020).

Final tahun ini, dijadwalkan akan berlangsung April di Budapest. Namun akhirnya ditunda setahun, karena pandemi virus corona. King, 12 kali juara tunggal Grand Slam dan pendiri Asosiasi Tenis Putri (WTA), mengatakan ia bersahaja, karena kompetisi itu dinamai sesuai namanya. “Sangat bangga, sangat bersahaja. Saya terus berpikir ini mimpi. Dan kemudian saya mulai berpikir mengenai betapa ini adalah kesempatan untuk membantu permainan ini tumbuh mendunia,” kata mantan petenis berusia 76 tahun itu.

(Piala Federasi) 63 tahun di belakang Piala Davis, tetapi sudah berjalan dari 16 ke 116 negara. “Kami mempunyai hadiah uang yang sama dengan Piala Davis, dan ini mengirim pesan yang penting dan kuat mengenai kesetaraan,” tandasnya.

Piala Billie Jean, disponsori oleh BNP Paribas, akan menjadi kompetisi beregu global besar pertama, yang dinamai menggunakan nama seorang perempuan. Dan Putaran Final di tahun depan akan berlangsung di Hungaria. Disebut-sebut, di tahun ini hadiah yang disediakan uang senilai 12 juta dolar AS. Jumlahnya diklaim setara dengan Piala Davis, yang nilainya telah dirombak.

Presiden ITF, David Haggerty, memberi penghormatan atas perjuangan King untuk kesetaraan gender dalam olahraga dan masyarakat. “Mulai dari memainkan Piala Fed pertama sebagai anggota tim AS, yang juara pada 1963, pendiri WTA dan menjadi presiden pertamanya, hingga menjadi atlet putri pertama yang dianugerahi Presidential Medal of Freedom AS, Billie Jean King tidak pernah berhenti membuat terobosan baru,” kata Haggerty.

King adalah bagian dari tim yang memenangi edisi pertama dari kompetisi, yang kemudian dikenal sebagai Piala Federasi. Saat it kompetisi berlangsung di London pada 1963. Ia memenanginya tujuh kali sebagai pemain, dan empat kali sebagai kapten.

Kemudian sempat ditunjuk sebagai Duta Global pertama di tahun lalu. “Tidak ada yang bisa menyamai perasaan ketika mewakili negaramu dan menjadi bagian dari tim, itu lah mengapa kompetisi ini sangat spesial dan penting bagi saya. pekerjaan kami adalah untuk membagi visi ini dengan gadis-gadis muda generasi mendatang, karena jika Anda bisa melihatnya, Anda bisa melakukannya,” tandasnya.

Prancis, Rusia, Hungaria, Australia, Belarusia, Belgia, Amerika Serikat, Spanyol, Slovakia, Republik Ceko, Jerman dan Swiss akan bertanding dalam edisi perdana Putaran Final Piala Billy Jean King tahun depan. (Ant)

Lihat juga...