Pemkab Pessel Bangun 21 Puskesmas, Jangkau Masyarakat Terpencil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, terus memaksimalkan pelayanan kesehatan sejak dari pedesaan. Setidaknya telah ada 21 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dibangun terhitung 5 tahun terakhir.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, di daerahnya itu dapat dikatakan tidak hanya banyak pemukiman penduduk di kawasan sepanjang pantai saja, tapi juga cukup banyak penduduk di kawasan pedalaman. Sehingga penting untuk memberikan pelayanan kesehatan sejak di daerah pedesaan tersebut.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, ketika diwawancarai awak media di Painan belum lama ini/Foto: M Noli Hendra

Ia menyebutkan keberadaan Puskesmas akan dapat langsung menyentuh masyarakat. Selama ini Puskesmas hanya ada untuk masing-masing kecamatan. Tapi melihat luasnya satu kawasan kecamatan di Pesisir Selatan itu, maka dibangun juga Puskesmas lagi yang masih di satu kawasan kecamatan yang sama.

Misalnya di Kecamatan Sutera, selama ini ada satu Puskesmas yang berada di Surantih. Mengingat di Sutera cukup luas, dan sulit untuk diakses oleh masyarakat yang berada di pedalaman desa di Sutera, maka dibangun sebuah Puskesmas di Kampung Kayu Gadang.

“Kalau di Kayu Gadang itu, akan bisa menjangkau masyarakat yang ada di Langgai yang merupakan sebuah desa yang terpencil di Sutera,” ujar dia, Jumat (21/8/2020).

Hendrajoni juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk terus membenahi dan memperkuat fungsi seluruh Puskesmas yang telah ada selama ini, sehingga dapat menjadi pelayanan terdepan dalam memberikan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita berkomitmen, pembangunan kesehatan harus menyentuh langsung seluruh masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian keberadaan Puskesmas sangat penting dalam upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Satria Wibawa, mengatakan, dalam situasi seperti Covid-19 ini, Puskesmas menjadi garda terdepan atau ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kecamatan. Untuk itu sangat diharapkan agar fungsi dari Puskesmas itu harus diperkuat, baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis.

Dikatakannya, seluruh petugas Puskesmas diminta melakukan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh masyarakat. Begitu juga dengan bidan yang berada di pusat kesehatan nagari (Poskesri) harus berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Sekarang, setiap kecamatan telah memiliki Puskesmas baik Puskesmas Rawat Jalan maupun Puskesmas Rawat Inap. Sementara Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) juga tersebar di 15 kecamatan yang ada,” ujarnya.

Selain itu, Puskesmas juga dituntut untuk memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke masyarakat seperti pelayanan kesehatan terhadap beberapa penyakit yang rawan terjadi pada masing-masing daerah kerja Puskesmas tersebut.

“Di sisi lain, kualitas sumberdaya tenaga medis terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Itu amat penting sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin optimal,” kata Kadis.

Lihat juga...