Peduli Lingkungan, Rudi Ubah Limbah Popok Jadi Pot Bunga
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BATU — Ibu-ibu yang memiliki bayi tentunya sudah tidak asing lagi dengan popok atau pampers yang hampir setiap saat dikenakan si kecil tercinta. Sayangnya tidak banyak orangtua yang tau bahwa limbah popok saat ini menjadi ancaman serius bagi lingkungan.
Dilatarbelakangi permasalahan tersebut, Relawan Cinta Lingkungan (RCL) kota Batu, Rudi Eko Prasetyo, mencoba memanfaatkan limbah popok bayi menjadi pot-pot bunga yang cantik.
Dijelaskan Rudi, sampah popok bayi sangat berbahaya bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Belum lagi jika popoknya dibuang ke sungai yang mengakibatkan air menjadi hitam dan ikan tidak dapat bertelur.
“Popok mengandung jel yang sangat berbahaya bagi lingkungan perairan seperti sungai. Karena jika jel tersebut terkena air, maka air bisa berubah warna menjadi kehitaman dan apabila sampai termakan ikan akan membuat ikan-ikan tersebut menjadi mandul,” terangnya saat ditemui di galerinya, Rabu (12/8/2020).
Oleh sebab itu, sebagai salah satu relawan pecinta lingkungan ia merasa tergerak untuk membantu mengatasi permasalahan limbah popok dengan mendaur ulangnya menjadi pot bunga.
Dijelaskan Rudi, untuk membuat pot bunga dari limbah popok, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar pot yang dihasil selain bentuknya cantik juga tetap bersih dari kuman.
Tahap yang pertama, pisahkan jel dengan popoknya. Setelah dipisahkan, cuci popok dengan detergen untuk kemudian dijemur. Sebelum memasuki proses pencetakan, popok direndam selama 30 menit dengan obat anti bakteri agar higienis untuk selanjutnya dikeringkan dan diaduk dengan semen.
“Baru setelah itu kita cetak dengan pot yang asli. Keringkan dan kemudian di beri cat warna yang sesuai. Keuntungan dan keistimewaan pot popok ini sendiri memiliki banyak pori-pori sehingga akar tanaman bisa masuk dan pot ini juga bisa menampung air,” tandasnya.
Ada beberapa macam ukuran pot 20, 25 dan 30. Untuk kisaran harganya mulai dari 10 ribu sampai dengan 35 ribu rupiah.
“Peminatnya kebanyakan memang berasal dari para pecinta lingkungan,” akunya.
Sementara untuk jel popoknya menurut Rudi bisa digunakan sebagai penyubur tanaman.
“Jelnya juga bisa digunakan untuk penyubur tanaman hias bunga karena mengandung Nitrogen. Jadi jelnya dicuci dulu baru dikeringkan baru kemudian bisa dijadikan pupuk tanaman bunga,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu pembeli, Eni, mengaku tertarik membeli pot buatan Rudi karena bahan yang digunakan terbuat dari daur ulang popok.
“Pot ini menarik karena ramah lingkungan terbuat dari daur ulang popok,” pungkasnya.