Libur Panjang, Konsumsi Avtur di Sejumlah Bandara Jateng Naik
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Libur panjang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah, 20-23 Agustus 2020, mendorong peningkatan konsumsi bahan bakar pesawat udara atau avtur di sejumlah bandara udara di Jawa Tengah.
Tercatat kenaikan tertinggi dialami Bandara Ahmad Yani Semarang, dari konsumsi rata-rata di bulan Juli 2020 sebanyak 33 Kiloliter (KL) per hari, meningkat menjadi 36 KL per hari. Sementara, Bandara Adi Soemarmo Boyolali, naik dari rata-rata di bulan Juli sebesar 16 KL menjadi 26 KL per hari.
“Konsumsi avtur di wilayah Jateng, selama libur panjang 1 Muharram 2020, mengalami kenaikan yang cukup siginifikan. Di Bandara Ahmad Yani mencapai 13 persen, sementara di Bandara Adi Soemarmo naik hingga 31 persen. Meskipun konsumsi tertinggi masih di Ahmad Yani. Kenaikan ini kita bandingkan dari konsumsi harian selama bulan Juli 2020,” papar Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Anna Yudhiastuti di Semarang, Senin (24/8/2020).

Di satu lain sisi, meskipun terjadi kenaikan, namun konsumsi tersebut masih jauh di bawah rata-rata normal sebelum pandemi Covid-19, yakni sebesar 106 KL per hari untuk Bandara Ahmad Yani Semarang dan 45 KL per hari di Adi Soemarmo.
Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra, menambahkan, tidak hanya avtur yang mengalami kenaikan. Hal serupa juga terjadi pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Konsumsi BBM terutama produk gasolin, meliputi Pertamax Series, Pertalite, dan Premium di wilayah JBT, tercatat mengalami kenaikan sebanyak 6% yaitu dari rata-rata harian di bulan Juli sebesar 11.436 KL menjadi 12.158 KL.
Jumlah konsumsi BBM pada long weekend 1 Muharam 2020, sama dengan jumlah rata-rata penyaluran harian normal sebelum pandemi Covid-19 yaitu di rentang angka 12.100-12.500 KL per harinya.
“Peningkatan konsumsi BBM ini, berbanding lurus dengan peningkatan mobilitas kendaraan konsumen, yang mengisi BBM terutama di rest area tol trans Jawa”, ungkapnya.
Sementara, untuk konsumsi LPG, ada kenaikan sebanyak 1%, sebesar 45 Metric Ton (MT) dari rata-rata bulan Juli sebesar 4.137 MT menjadi 4.182 MT.
“Jumlah kenaikan tersebut masih dapat dikatakan stabil mengingat masih dalam prognosa yang dihitung dari penyaluran rata-rata harian selama long weekend. Tentunya dari data-data tersebut kami Pertamina memastikan ketersediaan stok baik untuk BBM, LPG maupun Avtur masih aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir”, pungkas Arya.